Pelaku Wisata Dukung Semi Pedestrian Malioboro

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pelaku bisnis biro perjalanan wisata atau travel agent di DIY yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) cukup senang dengan uji coba Malioboro sebagai area semi pedestrian. Sebab sambil menata alur wisatawan yang akan masuk ke Malioboro tentu, Pemda DIY bisa sambil mencari alternatif kantongkantong parkir, kesiapan moda transportasi dan sebagainya sehingga tetap membuat pelaku bisnis maupun wisatawan tetap nyaman.

“Sarana dan prasarana infrastruktur harus benar-benar disiapkan, di antaranya kantong parkir yang mencukupi, memperhatiakan alur pengunjung yang hendak ke dan yang dari Malioboro. Apakah dengan moda transportasi yang digagas sekarang sudah cukup atau belum atau perlu diberi moda transportasi lain yang sesuai dengan konsep yang ada,” papar Ketua Asita DIY Udhi Sudiyanto di kantornya.

Menurutnya, membuat perubahan bisa memberikan solusi yang lebih baik. Meskipun disadari dengan perubahan ini pasti akan memberi masalah baru, akan tetapi pasti ada solusi sehingga berikanlah sebuah kenyamanan Malioboro yang baru.

“Kalau betul-betul Malioboro menjadi daerah pedestrian, jadikanlah juga sebagai ajang kreativitas masyarakat Yogyakarta. Contoh dengan tampilnya kesenian-kesenian yang berkembang di desa desa wisata, tempat ajang pameran lukis, hiburan, olahraga dan sebagainya,” jelasnya.

Artinya dengan perubahan Malioboro menjadi kawasan semi pedestrian, Udhi berharap rencana menjadikan Malioboro menjadi kawasan semi pedestrian tidak membuat kehilangan pasarnya (wisatawan). Akan tetapi sebaiknya lebih meningkatkan wisatawan yang datang lebih banyak.

“Kami menunggu hasil evaluasi simulasi kawasan semi pedestrian di Malioboro untuk mengetahui seberapa dampaknya terhadap roda perekonomian yang telah menjadi ikon wisata belanja di DIY selama ini. Yang jelas, kami tetap optimis adanya penataan ini tentunya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sendiri,” ungkap Kepala Disperindag DIY Aris Riyanta.

Aris mengaku secara tidak langsung akan dilibatkan dengan penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro. Sebelumnya, pihaknya telah mendapatkan gerobak bagi PKL di kawasan yang pemanfaatannya harus dioptimalkan sesuai dengan penataan kawasan semi pedestrian. (Ira)

BERITA REKOMENDASI