Pelemparan Batu Marak di Rel Perlintasan Jenar

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pelemparan kereta api lagi-lagi terjadi di wilayah Daerah Operasional (Daops) VI Yogyakarta, Jumat (09/06/2017) kemarin. Kali ini pelakunya anak-anak yang kemudian mendapatkan teguran keras dari PT KAI.

Wakil Kepala PT KAI Daops VI Yogyakarta, Ida Hidayati mengungkap, insiden pelemparan tersebut terjadi di wilayah antara Jenar Purworejo dan Kutorajo. Pelakunya, setelah dilakukan pendalaman ternyata sekelompok anak dengan usia tak lebih dari 10 tahun.

"Bahwa benar kemarin Jumat (09/06/2017) di Jenar ada pelemparan dan pelakunya berhasil diamankan. Kita datangi rumahnya dan ternyata masih anak-anak semuanya, akhirnya kita berikan pendampingan disaksikan RT/RW juga bawasanya yang dilakukan tak baik, menulis surat pernyataan tak lakukan lagi," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Sabtu (10/6/2017).

Dikatakan Ida, melakukan pelemparan batu meski dengan ukuran kecil tetap membahayakan baik masinis maupun penumpang di dalam kereta. "Tahun 2016 lalu, asisten masinis mengalami luka serius di mata akibat lemparan batu, hal seperti inilah yang kami antisipasi jangan sampai terjadi sehingga ada tindakan tegas bagi yang tertangkap melakukan aksi pelemparan," tegasnya.

Manajer Humas Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto menambahkan sebenarnya sudah ada aturan baku yang mengatur larangan beraktivitas di zona jalur kereta api yakni UU Perkeretaapian nomor 23 tahun 2007 khususnya pasal 181. "Kalau ada yang melanggar memang bisa ditindak tegas oleh aparat penegak hukum, kalau anak-anak yang orangtuanya harus bertanggungjawab tapi kalau orang dewasa ya bisa dikenai langsung," terangnya.

Kaca kereta api menurut Eko sangat berbahaya apabil terkena benda keras dalam posisi sedang melaju cepat. "Kalau berhenti dipukul saja tak pecah tapi kalau sedang melaju maka bisa mudah pecah dan serpihannya berbahaya, mudah-mudahan tak lagi ada kasus serupa," pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI