Pelemparan Molotov Kafe Legian, Polisi Cocokan Wajah Lima Orang Diduga Pelaku

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Polisi sekarang sedang melakukan ‘face matching’ atau pencocokan wajah terhadap 5 orang kandidat pelaku pelemparan bom molotov di Kafe Legian Malioboro saat terjadi kerusuhan dalam ujuk rasa. Selain itu, polisi juga menangkap 2 anak yakni D (16) warga Gamping dan E (16) warga Sleman yang diduga melempari sertamerusak papan nama DPRD DIY.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto SIK, Senin (30/11/2020) mengungkapkan, polisi telah memeriksa 7 orang saksi meliputi pemilik Kefe Legian, karyawan dan warga yang berada di sekitar TKP saat kejadian. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan melihat rekaman CCTV, polisi melakukan ‘face matching’ terhadap kandidat pelaku.

“Petugas masih melakukan ‘face matching’ terhadap 5 kandidat pelaku. Pencocokan wajah itu kami dapat dari hasil pemeriksaan saksi dan rekaman CCTV,” kata Kabid Humas saat jumpa pers di Mapolresta Yogya.

Menurutnya, banyak sekali video yang didalami petugas terkait kasus pelemparan bom molotov saat terjadi kerusuhan dalam unjuk rasa di DPRD DIY pada 8 Oktober lalu. Petugas sedang mengurutkan video dan recoveryrekaman milik warga karena kapasitas penyimpanannya yang tidak cukup.

“Jadi ada rekaman vidoe milik warga yang kapasitas penyimpanan kecil sehingga ada video yang tidak tersimpan. Makanya sedang kami recovery dulu,” terangnya.

Di samping itu, polisi juga telah menangkap dua anak di bawah umur, yakni D dan E yang diduga ikut melempari batu ke DPRD serta merusak papan nama DPRD DIY saat terjadi kerusuhan. Keduanya ditangkap di rumahnya masing-masing.

“Setelah kami pelajari rekaman CCTV, kedua anak ini ikut melempari batu ke dalam DPRD DIY. Kemudian merusak papan nama DPRD DIY. Keduanya disangkakan Pasal 170 (1) KUHP,” terangnya.

Sedangkan berkas perkara 4 tersangka yang ditangkap saat perusakan kantor Pos Polisi Gardu Anim, yakni CF (19) warga Danurejan, A (16) warga Danurejan, B (16) Kasihan Bantul, C (16) Ngampilan telah dinyatakan P21 atau lengkap. Dalam waktu dekat, polisi akan segera melimpahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.

“Berkas perkara sudah dinyatakan lengkap. Tinggal tahap dua yakni melimpahkan tersangka dan barang bukti ke JPU,” pungkasnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI