Peluncuran Kita Jaga Kyai, Wujudkan Herd Immunity di Pesantren

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Rata-rata berusia lanjut di atas 55 tahun, Kyai di pesantren rawan tertular Covid-19 dari orang-orang muda. Keberadaan 270 pesantren dan 56.000 santri di DIY menjadi target program Kita Jaga Kyai (KJK) dalam meciptakan herd immunity (kekebalan kelompok) Covid-19 di pesantren sebagai kawah candradimuka pendidikan calon-calon mubalig.

“Sebagai ulama dan guru, kyai bisa kita jaga bersama bila tercipta herd immunity dengan paket imun dan pemberian vaksin pada siswa didik (santri), staf, tenaga pengajar di lingkungan pesantren,” ucap Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DIY Dra Hj Puji Astuti MSi disela peluncuran program KJK, Senin (02/08/2021) pagi di Pesantren Mu’allimin Muhammadiyah Yogya.

Program KJK digagas Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dan Baznas RI dengan melihat data yang menyebutkan selama pandemi Covid-19 ini secara nasional ada 541 ulama yang meninggal. “Kehilangan besar, ulama sebagai pemberi ilmu harus kita jaga,” jelas Puji.

Launching KJK serentak secara hybird di Yogya, Jakarta, Garut, Cirebon, Semarang. Tiga tujuan utama KJK menjaga kesehatan dan kebugaran memberikan dukungan paket kesehatan, dan memberikan layanan kesehatan bagi para Kyai dalam bentuk pemberian paket imun, hygient kit, medical checkup, dukungan isoman dan dukungan vaksinasi.

Turut memberikan sambutan Mudir/Direktur Pesantren Mu’allimin H Aly Aulia Lc MHum, Kakanwil Kemenag DIY Dr H Masmin Afif MAg, dan Kadinas Kesehatan DIY Drg Pembajun Setyaningastutie MKes. Selanjutnya diserahkan 20 paket imun program KJK, dan di lingkungan pesantren sebanyak 500an santri Mu’allimin mengikuti vaksin dengan prokes. (Vin)

BERITA REKOMENDASI