Pemahaman Penyelenggara Kunci Sukses Pemilu

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemahaman penyelenggara terutama di tingkatan bawah menjadi kunci kesuksesan Pemilu 2019. Pasalnya tahun ini merupakan pemilu serentak yang pertama kalinya sehingga menuntut kecermatan unsur Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) kelurahan, baik dari sisi regulasi maupun teknis penyelenggaraan.

Ketua KPU Kota Yogya Hidayat Widodo, mengaku permasalahan teknis yang terjadi pada Pemilu 2014 lalu menjadi pembelajaran agar tidak kembali berulang. "Makanya bimbingan teknis (bimtek) sebagai pembekalan petugas PPK dan PPS ini kami gelar bersamaan. Jangan ada lagi perbedaan pandangan, dan semua harus disesuaikan dengan regulasi baru pada Pemilu 2019," urainya.

Dari sisi teknis penyelenggaraan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), menurut Hidayat, terdapat banyak perbedaan dibanding pemilu sebelumnya. Selain jumlah surat suara bagi setiap pemilih yang berisi lima lembar, jumlah formulir yang harus diisi oleh petugas juga jauh lebih banyak hingga 35 form.

"Durasi pemungutan suara kan dibatasi sehingga butuh manajemen waktu. Begitu pula surat suara hasil pemungutan jangan sampai nanti menumpuk pada akhir waktu," ujarnya.

Namun demikian, dalam waktu dekat pihaknya juga akan menggelar simulasi pemungutan serta perhitungan suara. Terutama setelah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) berhasil terbentuk. Dengan begitu akan diketahui kebutuhan untuk pemberian suara, termasuk bagi pemilih disabilitas.

Anggota Komisi A DPRD Kota Yogya Yustinus Kelik Mulyono, sebelumnya mengatakan pemahaman aturan bagi KPPS, PPS dan PPK mutlak dibutuhkan. Pada Pemilukada 2016 lalu sempat terjadi perdebatan pelik menyangkut pembukaan kotak suara saat proses rekapitulasi di tingkat PPK.

"Ada kecamatan yang bersedia, ada pula yang tidak. Perbedaan pandangan itu seharusnya tidak lagi terjadi pada Pemilu 2019. Kami di lembaga dewan akan mengawal supaya pihak penyelenggara benarbenar profesional dan memahami dengan baik setiap aturan," urainya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI