Pemasangan Patok Akhiri Sengketa Tanah Puloseroyo

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Pemkab Kulonprogo memfasilitasi penyelesaian secara kekeluargaan terhadap sengketa belasan hektare tanah Puloseroyo di Pedukuhan Sabrang Kidul dan Tegalsari, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo. Penyelesaian secara kekeluargaan ditandai dengan pemasangan patok tanah atas nama almarhum Marto Harjono alias Jaeno seluas 14 hektare dan 7 hektare di kedua pedukuhan, disaksikan para ahli waris dan warga pemilik tanah yang berbatasan langsung dengan tanah yang disengketakan.

“Pada akhirnya sengketa tanah Puloseroyo bisa diselesaikan. Setelah difasilitasi Pemkab Kulonprogo, para ahli waris yang bersengketa sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan,” ujar Kepala Bidang Pertanahan, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) Kulonprogo, Sugimo.

Menurutnya, sengketa tanah Puloseroyo yang terjadi sejak sekitar 1965, sempat menjadi salah satu permasalahan di tingkat nasional. Pada awal Februari 2019, Bupati Kulonprogo memfasilitasi pertemuan dengan para ahli waris. Dalam pertemuan tersebut, ahli waris menyepakati pendataan dan pemasangan patok di atas tanah yang disengketakan.

Pemasangan patok di tanah atas nama almarhum Marto Harjono sekitar 14 ha di Sabrang Kidul. Dilanjutkan pemasangan patok pembagian tanah untuk para ahli waris. Selesai di Sabrang Kidul, kemudian pasang patok sekitar 7 ha di Pedukuhan Tegalsari.

Pemasangan patok oleh Dinas PTR yang disaksikan para ahli waris dan 19 warga pemilik tanah yang berbatasan langsung dengan tanah Puloseroyo, unsur dari Kecamatan Girimulyo, Polsek, kades beserta perangkat desa Desa Purwosari dan kuasa hukum Sampoeno.

“Dengan selesainya pemasangan batas patok tanah, seluruh proses penyelesaian permasalahan tanah Puloseroyo telah berakhir. Semua pihak sudah bisa menerima,” tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan, ahli waris bisa segera menyelesaikan dokumen administrasi untuk proses pensertipikatan tanah ke Kantor BPN Kulonprogo. (Ras)

BERITA REKOMENDASI