Pembanguan Tower II Rusun Tegalrejo Ditargetkan Selesai Oktober

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tower II Rumah Susun (Rusun) Tegalrejo sudah mulai dibangun sejak akhir Maret lalu. Proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang akan dihibahkan untuk Pemkot Yogya itu ditargetkan selesai pada akhir Oktober mendatang.

Kepala Bidang Perumahan Permukiman dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogya Sigit Setiawan, menjelaskan sesuai dengan kontrak pembangunan Tower II Rusun Tegalrejo dilakukan hingga 25 Oktober 2021. “Tidak berselang lama setelah pihak ketiga pemenang lelang paket pekerjaan tersebut ditetapkan, pekerjaan sudah dilakukan,” katanya.

Sama seperti saat membangun tower I, dana untuk pembangunan tower II juga sepenuhnya dialokasikan dari pemerintah pusat. Pada tahun ini, alokasi anggaran untuk pembangunan tower II mencapai sekitar Rp 23,4 miliar.

Begitu pula terhadap spesifikasi teknis tiap unit di tower II rumah susun tersebut akan sama seperti tower I, yaitu memiliki luas 36 meter persegi per unit dan seluruhnya sudah dilengkapi furniture. Perbedaannya hanya jumlah uit yang nantinya disewakan, yakni ada tambahan dua unit di lantai bawah.

Dengan adanya tambahan dua unit dari rusun maka di tower II akan ada 44 unit rumah susun yang bisa disewakan. Sedangkan di tower I hanya ada 42 unit yang berada di bangunan setinggi tiga lantai.

“Karena di tower I sudah dilengkapi dengan ruangan untuk pertemuan dan kios, maka di tower II akan ada sedikit pengurangan luasan untuk fasilitas umum tersebut sehingga bisa dibangun dua unit tambahan,” imbuh Sigit.

Sementara itu, Tower I Rusun Tegalrejo yang sudah selesai dibangun pada 2019 saat ini masih dimanfaatkan sebagai shelter untuk kebutuhan isolasi bagi pasien Covid-19. Biaya pemeliharaan atas bangunan itu pun dialokasikan melalui biaya tidak terduga APBD Kota Yogya karena untuk kebutuhan penanganan pandemi.

Meski demikian, Sigit menambahkan, pihaknya sudah memperoleh surat dari pemerintah pusat untuk pemanfaatan tower I rumah susun tersebut. Sedangkan proses hibah bangunan masih terus dilakukan karena bangunan dengan nilai lebih dari Rp 10 miliar, proses hibahnya harus diketahui oleh Presiden.

Warga yang nantinya berhak menempati rumah susun sewa tersebut adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Penghuni pun diharapkan dapat mandiri dan hanya menghuni selama dua periode atau maksimal enam tahun. “Setelah dari rumah susun ini mereka memiliki kemampuan memberli rumah sendiri,” katanya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI