Pembangunan Hidran Kampung Kembali Digulirkan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pembangunan hidran kampung yang sempat tertunda pada tahun 2020 lalu, dipastikan kembali digulirkan tahun ini. Akan tetapi volumenya masih terbatas karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogya Anggoro Sulistyo, menjelaskan tahun ini baru ada dua titik lokasi yang akan dibangun hidran kampung. “Tahapannya sudah diajukan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. Volumenya memang masih terbatas dengan total nilai Rp 1,4 miliar melalui APBD yakni di Purwodiningratan dan Ngadiwinatan. Tetapi ke depan akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan DED yang telah siap,” urainya, Rabu (17/03/2021).

Pembangunan hidran kampung sudah digulirkan sejak tahun 2017. Program tersebut menjadi kebutuhan untuk antisipasi risiko musibah kebakaran di wilayah. Hal ini karena tingkat kepadatan penduduk di Kota Yogya terus meningkat.

Di samping itu banyak wilayah yang akses masuk permukimannya tidak bisa dilalui oleh armada pemadam kebakaran karena terlalu sempit. Anggoro mengatakan, tingkat kepadatan penduduk yang tinggi juga meningkatkan risiko bencana kebakaran. Sehingga dibutuhkan sarana atau infrastruktur untuk menjamin keamanan dan keselamatan warga di wilayah.

“Hidran kampung itu juga hasil dari musrenbang di wilayah maupun pokok pikiran dewan. Harapan nanti ke depan setiap RT terfasilitasi hidran kampung,” imbuhnya.

Kendati demikian, hidran kampung yang sudah terbangun di wilayah harus mendapat perawatan secara rutin. Oleh karena itu komitmen dari wilayah sangat dibutuhkan sehingga ada petugas di wilayah yang turut ditunjuk untuk mengelola hidran kampung.

Selain itu, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogya tahun ini juga tengah menyosialisasikan pembentukan Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar) di tiap kemantren dan kelurahan. Targetnya, pada tahun 2023 mendatang setiap wilayah minimal sudah terbentuk satu Satlakar.

Tujuannya ialah membantu dinas untuk pengelolaan hidran kampung serta jembatan informasi dan koordinasi kejadian kebakaran di wilayahnya. “Misal nanti ada kejadian kebakaran di wilayah, maka Satlakar bisa membukakan jalan, menunjukkan arah dan titik dimana ada hidran hingga mengkoordinasikan di tingkat RT atau RW,” urainya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI