Pembangunan Jalan Tol Momentum Pertumbuhan Kredit Konstruksi

Sementara itu Wakil Ketua KADIN, Wawan Hermawan juga mengungkapkan harapanya untuk dapat bekerjasama dengan Bank BPD DIY dan PT JMM dalam proyek pembangunan tol Jogja – Solo.

“Dibentuk jogja incorporate dengan tujuan supaya pengusaha jogja tidak menjadi penonton bisa berkontribusi, dalam setiap projek yang ada di DIY. Harapan kami kedepan KADIN tidak hanya supply beberapa material projek tol Jogja – Solo tapi kita mempunyai porsi lebih dalam menjalankan projek untuk Jogja – Solo tentunya dengan kualifikasi sesuai dengan syarat JMM. Pengusaha di Jogja baik di Kota atau di Kabupaten sudah mumpuni didukung dengan bantuan dari Bank BPD DIY”, ungkap Wawan.

 

Pada kondisi pandemi covid-19 saat ini, pencapaian Bank BPD DIY pada tahun 2020 Total Asset mencapai Rp14.707 triliun, Dana Pihak Ketiga sebesar Rp11.894 triliun, Kredit & Pembiayaan sebesar Rp8.883 triliun dengan komposisi 45% adalah produktif, dan tentunya sebesar 60% nya adalah Sektor UMKM sebagai wujud keberpihakan kepada sektor ekonomi mikro kecil dan menengah yang merupakan tulang punggung dan penopang pembangunan daerah khususnya DIY.

 

Sebagai sarana untuk berdiskusi mengenai prospek bisnis industri dan UMKM dari pembangunan jalan tol Jogja Solo, Bank BPD DIY menggelar audiensi Prospek Bisnis Industri dan UMKM Pembangunan Jalan Tol Jogja – Solo di Pendopo Royal Ambarukmo yang dihadiri oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY, General Manager PT Jogjasolo Marga Makmur, Pemimpin Asuransi Askrindo, Askrida dan pemimpin Kadin dari masing-masing Kabupaten/Kota.

Pemaparan diskusi diberikan oleh General Manager PT Jogjasolo Marga Makmur, Ahmad Izzi dan Pemimpin Divisi Perkreditan Bank BPD DIY, Nur Iswantoro. (*)

 

BERITA REKOMENDASI