Pembangunan Pagar Alun-Alun Utara di Masa Pandemi Covid Tuai Kritik

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Aliansi Buruh Jogja Bersatu menyampaikan kritik sekaligus keprihatinan pada pembangunan pagar di Alun-Alun Utara Yogyakarta yang dilakukan di masa pandemi Covid-19 saat ini. Proyek yang dibiayai dari Dana Keistimewaan (Danais) Rp 2,3 miliar tersebut dinilai tidak pas dilaksanakan pada masa sekarang ini di mana masyarakat sedang kesulitan akibat pandemi.

Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) DIY, Dani Eko Wiyono menyampaikan kritik tersebut di depan pimpinan DPRD DIY, Jumat (26/06/2020) saat melaksanakan audiensi terkait permasalahan selama pandemi. Menurut Dani Eko, tak seharusnya pembangunan dilakukan saat masa pandemi saat masyarakat merasakan dampak luar biasa.

“Di mana letak tenggang rasanya, pembangunan dilakukan dengan dana Rp 2,3 miliar di saat pandemi dan saat rakyatnya sedang sengsara. Seorang bapak yang baik, bapak yang baik tidak akan membangun rumah saat anaknya sedang sakit,” ungkapnya pada wartawan.

Koordinator Aliansi Buruh Jogja, Faisal Makruf menambahkan sikap yang ditunjukkan dengan tetap melanjutkan proyek pembangunan pagar alun-alun justru tak menunjukkan rasa tepo seliro yang digaungkan selama ini. Masyarakat menurut dia diminta belajar tepo seliro sementara Pemda dinilai melakukan hal sebaliknya.

“Setelah itu melalui canel Humas Jogja, Gubernur mengajak rakyat untuk belajar tepo seliro. Kami yang harus bertanya balik, apakah Bapak Gubernur sudah belajar tepo seliro atau belum karena ini (pembangunan pagar) bukan langkah yang seharusnya dilakukan oleh orang yang belajar tepo seliro. Kenapa kok tidak ditunda dulu, kenapa harus saat pandemi ini. Kalaupun sudah kontrak sebelum pandemi, mengapa tidak dipending dulu. Ada proyek di Gito-Gati itu dipending, mengapa ini tidak bisa. Kami tidak setuju, yang jelas itu,” imbuhnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI