Pembangunan Tiga Proyek Besar di Yogya Ditunda

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Seluruh proyek fisik di Kota Yogya yang sebelumnya dianggarkan melalui APBD 2020, akhirnya ditunda. Penundaan seluruh proyek atau pembangunan fisik tersebut merupakan hasil koordinasi terakhir yang melibatkan berbagai pihak.

“Untuk proyek yang sudah ada pemenang lelang, sudah kita undang duduk bersama dan kita informasikan kondisinya seperti ini. Dari penyedia jasa bisa memahami sehingga kita batalkan,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogya Hari Setyawacana.

Total ada enam proyek fisik yang sudah muncul pemenang hingga akhirnya dibatalkan. Mayoritas merupakan pekerjaan pembangunan saluran air hujan di berbagai wilayah. Pekerjaan tersebut memang lebih dulu diajukan ke Badan Layanan Pengadaan (BLP) lantaran perencanaannya sudah diselesaikan sejak tahun lalu.

Hari mengaku, penundaan pekerjaan fisik tidak hanya sebatas kegiatan yang dibiayai melalui APBD Kota Yogya saja, melainkan juga yang bersumber dari dana keistimewaan (danais). Terdapat tiga proyek besar yang sudah dialokasikan melalui danais yakni revitalisasi trotoar Jalan Jenderal Sudirman dari Jembatan Gondolayu hingga Tugu, revitalisasi trotoar sepanjang Jalan KH Ahmad Dahlan, dan revitalisasi saluran air hujan di Jalan Kemasan Kotagede.

“Untuk kegiatan fisik dari danais juga terpaksa tidak kita lakukan pada tahun ini. Sudah dikoordinasikan bersama dengan DIY,” tandasnya.

Kegiatan fisik yang masih dijalankan hanya bersifat tahun jamak atau multiyears. Yakni pembangunan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pembangunan SDN Bangunrejo, karena melanjutkan program yang sudah dimulai tahun depan. Selain itu revitalisasi Pasar Prawirotaman yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan sejak tahun lalu.

Hari menambahkan, meski ada penundaan proyek fisik namun bukan berarti instansinya berdiam diri. Kegiatan yang sifatnya pemeliharaan tetap dipertahankan melalui anggaran insidentil. Hanya, total alokasinya tidak terlalu banyak atau sekitar Rp 3 miliar. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI