Pembangunan Tol Tak Ganggu Ekosistem Kuntul Ketingan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Desa wisata Ketingan Tirtoadi Mlati dipastikan tidak akan terganggu dengan rencana pembangunan jalan tol Yogya-Solo dan Yogya-Bawen. Faktor ekologi dan biodiversitas tetap menjadi perhatian sehingga ekosistem burung kuntul di Ketingan tetap terjaga.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) DIY Krido Suprayitno mengatakan, berkaitan dengan aspek lingkungan, geomorfologi dan ekologi pasti ada nilai ekonomisnya jika terdampak. Dampak lingkungan juga menjadi perhitungan nonfisik. "Pembangunan jalan tol semaksimal mungkin tidak akan mengganggu fungsi desa wisata yang ada di Ketingan," tegasnya.

Menurutnya, sosialisasi di Tirtoadi dilakukan tiga kali. Warga Ketingan dan Rajek Lor menjadi dua dusun pertama yang mengikuti sosialisasi jalan tol. "Total ada 561 bidang keseluruhan di Tirtoadi yang terdampak. Kita akan mengakhiri trase Yogya-Solo di Tirtoadi. Sosialisasi di Tirtoadi didahulukan karena ada jembatan junction yang berbeda dengan jembatan susun. Yaitu pertigaan dari Yogya-Solo, YogyaBawen dan YogyakartaKulonprogo," ujar Krido.

Hal ini menjadi alasan, sosialisasi di Tirtoadi didahulukan agar bisa mengondisikan lokasi terdampak di lokasi junction. Dan wilayah terdampak terbanyak ada di Tirtoadi. Selain itu juga untuk menekan risiko.

"Sosialisasi kali ini, lahan terdampak didominasi lahan sawah. Selain itu 25 persen pemilik lahan juga tidak hadir karena kepemilikan tanah sudah berganti dan kebanyakan berada di luar Tirtoadi," tandas Krido.

Sementara itu Kepala Desa Tirtoadi Sabari mengungkapkan, sosialisasi berikutnya diikuti warga di Dusun Janturan dan Sanggrahan. "Warga Janturan ada satu RT dan Sanggrahan ada 3 RT yang terdampak. Dua RT ikut Yogya-Bawen dan 1 RT ikut Yogya-Solo. Sedangkan sosialisasi hari Kamis sosialisasi dilakukan bagi warga Kaweden dan Gombang," bebernya.

Menurut Sabari, warga menginginkan direlokasi ke suatu tempat. Tapi pemerintah tidak bisa menyanggupi dan diserahkan ke warga terdampak. Rumah Sabari di Sanggrahan juga menjadi area terdampak pembangunan jalan tol. Namun ia mengaku ikhlas dan mendukung program pemerintah ini. (Aha)

BERITA REKOMENDASI