Pembangunan Tol Yogya – Solo, Selesaikan Pembayaran Ganti Untung 1.614 Bidang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) telah memulai pembebasan lahan terhadap 13.396 bidang lahan untuk mewujudkan proyek pembangunan jalan tol Solo – Yogya – Bandara Internasional Yogyakarta (BIY). Belasan ribu bidang lahan tersebut tersebar di enam kabupaten yaitu Karanganyar, Boyolali, Klaten di wilayah Jawa Tengah dan Sleman, Bantul, Kulonprogo di Darah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Corporate Communication PT JMM, Ahmad Izzi menjelaskan sejak November 2020 hingga saat ini sebanyak 1.614 bidang lahan telah selesai dilakukan proses pembayaran ganti untung untuk pembangunan di Seksi 1. Dalam pembangunan tol ini setidaknya terbagi dalam tiga seksi masing-masing Seksi 1 dari Kartasura Sukoharjo – Purwomartani Sleman (42,37 km), Seksi 2 dari Purwomartani Sleman – Gamping Sleman (23,42 km) dan Seksi 3 dari Gamping Sleman – BIY di Kulonprogo (30,77 km).

“JMM turut mendukung pemerintah untuk kegiatan pembebasan lahan melalui tim khusus yang akan berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk penanganan dana talangannya,” kata Ahmad Izzi saat silaturahmi yang diterima Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat, M Wirmon Samawi SE MIB didamping Direktur Keuangan, Imam Satriadi SH dan Direktur Produksi, Baskoro Jati Prabowo SSos di ruang dirut, Selasa (02/02/2021).

Ia mengungkapkan kontrak pembangunan jalan tol ini menggunakan metode design and build (rancang bangun), sehingga dapat mengefisiensi waktu dan juga biaya. Sejak bulan Januari pekerjaan proyek pembangunan jalan tol telah dilakukan dengan dimulai dari Seksi 1 di Kartasura Sukoharjo.

“Setelah dari Seksi 1 kemudian nantinya berlanjut mengerjakan Seksi 3. Untuk Seksi 2 dilaksanakan terakhir karena letaknya berada di tengah kota sehingga diperkirakan membuthkan waktu lebih lama,” tambahnya.

Jalan tol yang dibangun memiliki panjang 96,57 km dengan nilai investasi sebesar Rp 26,6 triliun. Kepemilikan saham pada konsorsium antara lain PT Daya Mulia Turangga – PT Gama Group sebesar 51%, PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 25% dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar 24%.

Trase jalan Solo – Yogyakarta – BIY yang melewati DIY nantinya akan sepanjang 60,93 km dan trase yang terletak di Jawa Tengah sepanjang 35,64 Km. Jalan tol ini ditargetkan akan dioperasikan secara bertahap pada tahun 2023 dan akan beroperasi penuh pada tahun 2024 mendatang.

“Jalan Tol Solo – Yogya – BIY tergabung dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan mendukung program pemerintah dalam pemerataan infrastruktur. Proyek ini juga dibangun untuk meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa maupun logistik, pengembangan industri dan pariwisata serta meningkatkan konektivitas di Pulau Jawa,” pungkasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI