Pembangunan Underpass Bandara Dimulai

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Pekerjaan pembangunan inlet dan outlet underpass atau pintu masuk-keluar terowongan bandara Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) segera dimulai, menyusul selesainya pengadaan tanah oprit underpass di Desa Glagah dan Desa Palihan.

Anggota Tim Pengadaan Tanah Oprit Underpass Bandara dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY, Andri Gautama mengungkapkan untuk pengadaan tanah inlet dan outlet underpass bandara berjalan lancar.

"Untuk pekerjaan pembangunan menjadi kewenangan pemerintahan pusat dalam hal ini Satuan Kerja Proyek Jalan Nasional (Satker PJN). Selesai pembayaran ganti rugi tanah, langsung memulai pekerjaan. Informasi terakhir, sudah ada tandatangan kontrak pemenang lelang pekerjaan," ujar Andri Gautama.

Pekerjaan pembangunan inlet dan outlet underpass satu paket dengan pembangunan underpass di lokasi Izin Penentuan Lokasi (IPL) New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon. Luas tanah yang diperuntukkan inlet dan outlet underpass 7.800 hektare (ha). Dikatakan, untuk pembangunan inlet dan outlet underpass di sebelah barat dan timur IPL bandara, masingmasing sepanjang 100 meter dengan lebar 40 meter.

Sedangkan untuk panjang underpass di IPL bandara 900 meter. Baik jalan inlet maupun outlet dibuat empat jalur, sama dengan lebar JJLS. "Karena sudah ada pemenang lelang dan penandatanganan kontrak, sekarang diperkirakan sudah memulai pekerjaan di lapangan," tuturnya.

Seperti disampaikan Kepala Desa (Kades) Glagah, Agus Pramono, terdapat 20 warga yang tanah dan rumah terkena pembangunan oprit underpass JJLS. Jalan desa tiga bidang dan satu tiang listrik. Panjang tanah dari batas pagar bandara ke timur 170 meter dengan lebar 40 meter.

Sedangkan Kades Palihan, Kalisa Paraharyana mengungkapkan, sebanyak 23 warga terdampak yang rumah dan tanah terkena pembangunan oprit underpass JJLS. Kemudian beberapa jalan desa dan fasilitas umum lainnya juga mendapatkan ganti rugi.

"Sampai tahapan pemberitahuan besarnya ganti rugi rumah, tanah dan tanaman yang akan terkena pembangunan underpass berjalan lancar. Warga minta ganti rugi dalam bentuk uang," ujarnya. (Ras)

BERITA REKOMENDASI