Pembayaran Ganti Untung Proyek Tol Yogya – Solo Akhir Tahun Ini

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, pembayaran ganti untung pembangunan jalan tol di DIY, khususnya untuk proyek Jalan Tol Yogya-Solo, dimungkinkan dapat terealisasi pada November atau Desember 2020. Berdasarkan kesepakatan dengan Pemerintah Pusat, pembayaran ganti untung pembangunan jalan tol diharapkan dapat dilaksanakan akhir tahun ini juga, supaya mempunyai dampak atau implikasi pula terhadap pertumbuhan ekonomi DIY.

”Sudah disampaikan ke Pemerintah Pusat perihal pembayaran ganti untung pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo beberapa waktu lalu. Kelihatannya bisa dilakukan, tetapi jika tidak selesai, dilanjutkan tahun berikutnya,” ujar Sultan HB X di Kepatihan, Yogyakarta.

Sultan HB X berharap pembayaran ganti untung sudah bisa dilakukan pada November atau Desember tahun ini. ”Harapan saya November atau Desember 2020 nanti sudah bisa dibayarkan ganti untungnya. Sebelum dibayarkan, sudah dibicarakan harga yang diselesaikan dan disepakati supaya ada realisasi tahun ini. Dengan segera dibayarkannya ganti untung pembangunan jalan tol, diharapkan juga dapat berimplikasi terhadap perekonomian DIY, sehingga minus pertumbuhannya semakin mengecil,” tandasnya.

Menurut Sultan, sudah ada kesepakatan dari Jakarta yang memungkinkan pembayaran ganti untung dimulai akhir tahun ini. Pihak pemrakarsa proyek pembangunan jalan tol akan mempercepat atau mengakselerasi pembayaran ganti untung meskipun baru ditarget selesai Juni 2021.

”Semoga pengosongan tanah yang sudah dipatok untuk pembangun jalan tol ruas Yogya-Solo sudah ada pembayaran pada akhir tahun ini, sehingga ada perputaran uang yang besar. Perputaran uang ini setidaknya akan membantu menahan kontraksi tajam perekonomian pada Kuartal III maupun IV tahun 2020,” tambah Sultan HB X.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) atau Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana DIY Krido Suprayitno mengatakan, tahapan pemasangan patok Right of Way (RoW) Jalan Tol Yogya-Solo selama dua bulan ini dibarengi pembentukan Tim Terpadu Pengadaan Lahan yaitu Satgas A dan Satgas B. Tim ini sudah turun di lokasi untuk melakukan inventarisasi lahan terdampak mulai dari pengukuran dan sebagainya.

”Kita bekerja paralel, jika Tim Persiapan Proyek Pembangunan Jalan Tol di DIY sedang menyelesaikan pematokan untuk pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo, maka Tim Terpadu yang dikomandoi Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY memulai proses pengadaan lahannya. Harapannya, paling tidak ada dua desa bisa terbayarkan ganti untungnya pada tahun ini sesuai harapan Pak Gubernur,” papar Krido. (Ira)

BERITA REKOMENDASI