Pembelajaran Matematika Lewat Permainan Dakon

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meluncurkan program Kampus Mengajar angkatan 1 dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa terpilih untuk mengajar di daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T).

Moh Nuril Ikhsan Maulana, salah satu mahasiswa terpilih Program Kampus Mengajar dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta (UAD) berkesempatan mengajar di SDN Solonsa Desa Solonsa, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD ini menggunakan permainan tradisional congklak atau dakon sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan numerasi atau kecakapan berhitung dengan angka, siswa di kelas rendah.

Menurut Moh Nuril, tidak sedikit siswa yang memiliki stigma Matematika pelajaran yang susah dan menakutan. “Beberapa siswa yang sempat saya tanya mengungkapkan, Matematika pelajaran yang susah. Pandangan ini dapat muncul karena siswa ketika belajar Matematika tidak menggunakan metode yang tepat sehingga siswa kurang nyaman dan berakhir dengan tidak paham,” ujarnya, Selasa (22/06/2021).

Melihat hal ini, Nuril Ikhsan menggunakan permainan tradisional dakon sebagai media pembelajaran dalam materi operasi hitung perkalian dan pembagian untuk siswa kelas 2 SD. Selain meningkatkan kemampuan numerasi siswa Muh Nuril Ikhsan juga berharap dengan menggunakan metode ini siswa juga mengetahui tentang permainan tradisional dan juga guna melestarikan budaya di tengah perkembangan teknologi masa kini.

Diakui Moh Nuril Ikhsan, awal pembelajaran siswa dikenalkan terlebih dahulu dengan permainan tradisional dakon. Kemudian siswa diajari untuk bermain dakon sesuai dengan peraturan permainan dakon pada umumnya, yakni siswa harus bisa menyusun strategi agar tidak kalah.

Dalam proses ini ekspresi siswa sangat senang dan nyaman dalam melakukan permainan yang tanpa sadar sebenarnya mereka juga sedang belajar matematika. Setelah mereka usai bermain kemudian siswa dilatih untuk belajar perkalian dan pembagian menggunakan dakon yang telah mereka gunakan tadi.

“Pengenalan konsep perkalian bilangan melalui permainan dakon dalam pembelajaran matematika dilakukan dengan beberapa langkah,” ucapnya.

Langkah tersebut dimulai dengan satu, tanpa memberitahukan jumlahnya, guru memberikan kepada setiap siswa 49 buah dakon. Kemudian siswa mengisi masing-masing lubang rumah dengan 7 buah dakon.

Seterusnya, siswa diminta menentukan jumlah buah dakon yang diberikan guru. Karena angka 7 ada sebanyak 7 kali, maka dapat dituliskan 7 + 7 + 7 + 7 + 7 + 7 + 7 = 7 × 7 = . . .

Dalam proses pembelajaran siswa akan lebih mudah menerima materi dengan baik ketika mereka merasa nyaman dan senang dalam belajar dan tidak dalam perasaan tertekan. (Jay)

BERITA REKOMENDASI