Pembentukan Alkap Disepakati Melalui Musyawarah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pembentukan pimpinan alat kelengkapan (alkap) DPRD Kota Yogya disepakati melalui mekanisme musyawarah. Sedangkan pembagian kursi pimpinan diupayakan secara seimbang disesuaikan jumlah fraksi yang ada di dewan.

Menurut Ketua DPRD Kota Yogya Danang Rudiyatmoko, sejauh proses komunikasi di internal fraksi berjalan cukup bagus. "Sudah banyak kemajuan. Mungkin kini tinggal finalisasi saja dan dalam waktu dekat bisa ditetapkan," jelasnya.

Baca juga :

Tol Trans Jawa Percepat Pengiriman Ekspedisi
Pemanfaatan Benih Padi Hibrida Belum Maksimal

Pimpinan alkap yang harus dibentuk terdiri dari jabatan ketua, wakil ketua dan sekretaris. Terutama untuk Komisi A, Komisi B, Komisi C, Komisi D, dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah. Sedangkan Badan Kehormatan hanya jabatan ketua.

Dengan model pembagian secara seimbang, maka setiap fraksi berhak atas pimpinan alkap. Fraksi PDI Perjuangan selaku peraih suara dan kursi terbanyak, tidak akan mendominasi pimpinan alkap sebagai bagian menjaga sifat kolektif kolegial.

“Target kami, penetapan pimpinan alkap bersamaan dengan penetapan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020," imbuh Danang.

Danang menambahkan, pengesahan KUA-PPAS 2020 direncanakan pertengahan bulan ini. Sehingga Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Yogya memiliki cukup waktu menyiapkan nota pengantar RAPBD 2020.

Terkait pembahasan KUA-PPAS 2020, kendati belum terbentuk pimpinan alkap namun dapat berjalan lancar. Pembahasan antara masingmasing komisi dengan mitra kerja pemerintah, dipandu oleh pimpinan dewan.

"Saya mengampu Komisi A dan C. Kemudian HM Fursan mengampu Komisi B dan Dhian Novitasari di Komisi D. Selama tiga hari maraton membahas KUA-PPAS, tidak ada kendala," tandasnya.

Bahkan, Danang menyebut, kehadiran anggota komisi dalam setiap pembahasan cukup tinggi. Setiap anggota juga aktif menyampaikan pendapat, memberi masukan hingga mengkritisi kebijakan anggaran 2020. Dirinya pun optimis, pembahasan RAPBD 2020 kelak dapat dipimpin oleh pimpinan alkap yang sudah terbentuk.

"Kalau saat ini saja sudah aktif, nanti ketika RAPBD 2020 dibahas, pastinya akan semakin aktif karena yang dicermati lebih teknis lagi menyangkut kegiatan anggaran. Semangat positif ini semoga mampu menghasilkan APBD yang berkualitas bagi Kota Yogya di tahun depan," katanya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI