Pembentukan Kelas Riset, Hindari Kesan Eksklusif

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pengelompokan siswa yang berbakat riset menjadi sebuah kelas khusus dapat membantu mengoptimalkan bakat dan kemampuan siswa dalam meraih prestasi. Namun demikian, dalam proses pembentukannya hendaknya harus menghindari kesan eksklusif.

“Berbeda dengan kelas olahraga, pengelompokan tersendiri hanya menjadi kelas riset bisa berpotensi menimbulkan kesan eksklusif,” ujar Kepala SMA Negeri 8 Yogyakarta, Rudy Prakanto SPd MEng.

Rudy yang dikenal sebagai pendidik yang memiliki perhatian dibidang penelitian siswa ini sependapat bakat yang sudah terasah perlu diteruskan pembinaannya dijenjang sekolah berikutnya. Diakuinya, tidak sedikit siswa yang bakatnya sudah terasah, hilang atau tenggelam ketika masuk sekolah di jenjang berikutnya, karena pola pembinaan di sekolah tersebut kurang mendukung.

Menurut Rudy, pemisahan kelas secara tersendiri, dan menjadi satu-satunya, yakni kelas riset, akan menggiring munculnya anggapan kelas riset sebagai kelas eksklusif. Untuk menghilangkan kesan tersebut, maka siswa berbakat riset dalam proses belajar mengajar, tidak terus menerus menjadi berkumpul dalam kelas.

Dalam proses belajar, siswa tersebut membaur dengan yang reguler. Mereka membaur saat mengikuti pembelajaran umum dengan siswa lainnya dalam kelas. Namun pada saat mata pelajaran yang terkait dengan riset dan penajamannya para siswa kelas riset kemudian ‘keluar’ dan berkumpul.

Setelah itu, mereka kemudian disatukan kembali di kelas sebelumnya. Pola ini yang disebut Rudy sebagai pull out. “Dengan mereka membaur ini, maka akan menghindari kesan eksklusif,” ujar Rudy yang pernah memimpin SMA Negeri 1 Yogyakarta.

Rudy menekankan bahwa prestasi siswa yang diraih dari bakatnya yang diraih di SMP hendaknya dapat diasah dan dikembangkan terus saat di SMA. Di sinilah pentingnya kepedulian pengelola sekolah untuk melihat bakat siswa yang akan masuk ke SMA untuk kemudian memfasilitasinya.

Saat Rudy menjadi Kepala SMAN 1 Yogyakarta, ia melihat banyak siswa baru yang meraih prestasi di berbagai bidang, baik riset maupun olimpiade sains dari tambahan nilai saat mendaftar PPDB. (Jon)

BERITA REKOMENDASI