Pemberdayaan Ekonomi Rakyat dari Teras Masjid dan Rumah Ibadah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemberdayaan ekonomi rakyat, banyak ragamnya. Salah satunya Warung Kejujuran (Warju).Warju adalah warung sembako yang berada di teras masjid atau tempat ibadah yang dikelola oleh ibu-ibu yang bukanya seminggu sekali menjual barang kebutuhan sehari-hari dengan harga sesuai kulakan atau tidak mengambil untung.

“Pada saat ini sudah berdiri 10 Warju di kawasan lembah Code,” kata Drs Sulistyo Sidik, alumni Fakultas Ekonomi UGM, angkatan 1978, Rabu (18/05/2022).

Ketika ditanya, kenapa bukanya harus di teras masjid atau tempat ibadah, Sulistyo menyebutkan alasan karena di sini kejujuran dijunjung tinggi dan banyak orang yang mau bekerja dengan niat ibadah tidak mengharapkan upah.

Disebutkan, Warju yang dirintis sejak April 2020 ternyata ada yang menunjukkan hasil yang menggembirakan antara lain Warju Baitul Hikmah Gondolayu dan Warju Baitul Makmur Jogoyudan yaitu mampu tumbuh 50%.

Dijelaskan pula, dari mana Warju bisa tumbuh padahal menjual barang sesuai harga kulakan tidak meminta keuntungan. Sisa hasil usaha Warju berasal dari infaq para pembeli yang merasa puas belanja di Warju sekaligus diniatkan sedekah.

Dengan perkembangan Warju yang cukup baik disamping mampu memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kejujuran juga mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk kegiatan sosial akhirnya Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi UGM (Kafegama) menjadikan Warju sebagai salah satu program pengabdian untuk masyarakat.

Ditegaskan, ada 5 prinsip Warju yaitu tidak menjadi ancaman warung yang sudah ada, bantuan modal awal, rumah ibadah sebagai tempat usaha, cari pemasok yang paling murah dan pembeli senang-puas akan ikhlas bersedekah. (Jay)

BERITA REKOMENDASI