Pembunuh Egy Ditangkap, Motif Dendam Antar Genk

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kurang dari 24 jam setelah kejadian, Satreskrim Polresta Yogya Polda DIY bersama Polsek Mergangsan berhasil menangkap eksekutor dan 3 orang pelaku yang diduga mengeroyok serta pembacokan terhadal siswa SMK Egy Hermawan (17) warga Sewon. Polisi menduga motif pembacokan yang menewaskan korban ini dikarena dendam antargeng.

Kapolresta Yogya Kombes Pol Armaini SIK didampingi Kasat Reskrim Polresta Yogya Kompol Sutikno SIK, Senin (23/9) mengungkapkan, setelah mengantongi bukti-bukti yang kuat, sekitar pukul 20.30, petugas berhasil menangkap NMA (18) di rumahnya Pakualaman. Setelah dikembangkan, petugas kembali menangkap PSP (17) warga Danurejan dan LK (17) warga Mantrijeron, Senin (23/9) dini hari sekitar pukul 03.00 di rumahnya masing-masing. Kemudian siang harinya, WD (17) sebagai eksekutor pembacokan berhasil dibekuk.

"Tim langsung bergerak cepat setelah kejadian itu. Dalam kurun waktu kurang 24 jam setelah kejadian, petugas berhasil menangkap 4 orang yang diduga pelaku pembacokan," ungkapnya.

Berdasarkan pemeriksaan tersangka, diduga masih ada beberapa orang yang ikut terlibat dalam pengeroyokan dan pembacokan. Untuk identitasnya sudah dikantongi petugas. Kapolresta mengimbau kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri. "Ada 9 orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan dan pembacokan itu. Sebaiknya yang belum tertangkap supaya menyerahkan diri. Kemana pun bersembunyi, akan tertangkap juga," tegasnya.

Disinggung motif pengeroyokan dan pembacokan ini, diduga dendam antargeng yaitu Respect yang merupakan kelompok dari pelaku dengan Morensa. Padahal antara korban dan tersangka tidak saling kenal. "Jadi motifnya dendam antargeng. Sedangkan untuk anggota dari Respect itu, rata-rata pernah bermasalah," ujarnya.

Untuk peran para tersangka ini, tersangka NMA yang pertama kali mengejar korban dan memberi petunjuk ke teman-temannya. Tersangka PSP dan LK ikut melakukan pemukulan. Sedangkan WD sebagai eksekutor pembacokan. "Tersangka NMA ini yang memberikan aba-aba untuk mengejar korban. Kemudian pelaku lainnya ikut mengejar dan mengeroyok korban," kata Kasat Reskrim Polresta Yogya Kompol Sutikno SIK. (Sni)

 

BERITA REKOMENDASI