Pemda Berharap Pemerintah Tak Naikkan ‘Administered Price’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY berharap pemerintah pusat tidak menaikkan komponen administered price atau harga barang yang diatur pemerintah semisal harga bahan bakar minyak, tarif listrik dan sebagainya pada saat melemahnya rupiah serta jelang Ramadan. Sebab apabila komponen administered price mengalami kenaikan maka akan melemahkan daya beli masyarakat nantinya.

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Budi Wibowo mengatakan kebijakan administered price ada di tangan pemerintah pusat alias di luar kendali Pemda, tetapi pihaknya berharap tidak dilakukan pada saat melemahnya rupiah serta jelang Ramadan dan Idul Fitri. Sebab apabila pemerintah pusat menaikkan komponen administered price tersebut, maka akan sangat mengganggu kemampuan daya beli masyarakat, padahal mereka sangat membutuhkan itu.

“Jika administered price itu ada kenaikan, maka daya beli masyarakat menurun, tidak akan mampu membelinya. Jadi kami mengharapkan pemerintah bisa menahan kenaikan komponen administered price saat ini di tengah lesunya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan jelang Ramadan maupun lebaran,” ujar Budi Wibowo.

Selain mewaspadai kenaikan komponen administered price, Budi Wibowo menyampaikan pihaknya tetap memperhatikan komponen volatile food. Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan ketersediaan komoditi bahan pangan pokok. Ditambah meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre DIY menyalurkan daging sapi beku bagi masyarakat meskipun mereka masih belum terbiasa mengonsumsi daging beku.

“Terkait bawang putih kating yang dimpor juga diluar kendali Pemda DIY karena DIY bukan daerah penghasil bawang, tetapi kita berharap suplai bisa terjaga. Yang penting lagi ketersediaan beras, bawang putih, bawang merah, kedelai, telur ayam dan daging ayam harus tetap diperhatikan,” tambahnya.

Lebih lanjut Budi Wibowo juga menyoroti perihal distribusi atau tata niaga komoditi bahan pangan didukung jaringan yang baik dari Bulog Divre DIY dengan RPK, BKPP DIY dengan TTI dan kerja sama dengan instansi maupun stakeholder lainnya. Pemda DIY berharap dengan adanya jaringan yang mampu menjangkau hingga ke pelosok daerah bisa menekan harga di lapangan dan langsung masuk ke pasar. (Ira)

BERITA REKOMENDASI