Pemda Cari Sumber Air Baku

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama Pemerintah Pusat memulai pembuatan instalasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional guna mencukupi kebutuhan air baku di DIY. SPAM tersebut bersumber dari Sungai Progo yang mampu menyediakan air baku hingga 400 liter per detik yang akan didistribusikan ke wilayah Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul (Kartamantul).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Rani Sjamsinarsi mengatakan program SPAM regional tahap pertama di Klangon Bantar dan Kebon Agung yang masing-masing bisa menyediakan air baku hingga 200 liter per detik. Pihaknya hanya membantu penyediaan air baku tersebut, mengingat pada 2030 mendatang kebutuhan air baku setiap orang bisa mencapai 60 liter per detik.

"Sedangkan sumber mata air yang dimiliki PDAM cenderung stagnan. Untuk itu, Pemda DIY bersama Pemerintah Pusat, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) mencari sumber air baku lainnya untuk disalurkan ke PDAM," ujar Rani kepada KRjogja.com, Rabu (24/08/2016).

Rani menyampaikan air baku untuk tahap pertama tersebut rencananya untuk mencukupi kebutuhan air di Sleman dan Bantul. Secara bertahap kapasitas air yang dihasilkan akan ditambah, hingga juga mencukupi kebutuhan air bersih di Kulonprogo dan Gunungkidul dengan mekanisme penyaluran di atur PDAM setempat. PDAM yang akan membayar ke UPT Balai Pengelolaan Infratruktur Sanitasi dan Air minum perkotaan nantinya.

"Kami tidak menjual langsung air baku kepada masyarakat, namun  melalui PDAM setempat. Sedangkan anggaran yang digunakan untuk pembangunan intake dan sebagian jaringan distribusi berasal dari Kementrian PU dan APBD DIY untuk pembangunan jaringan distribusi utama, reservoir distribusi dan sebagian pembebasan lahan," tandas Plt Sekda DIY ini.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUP-ESDM DIY, Muhammad Mansyur menambahkan sampai dengan akhir 2014 lalu, DIY baru bisa menyediakan kurang lebih 2,5 meter kubik (m³) per detik air bersih bagi seluruh masyarakat DIY. Diprediksi hingga 2030 nantinya, masyarakat DIY masih membutuhkan kira-kira lebih dari 9 m³ per detik sehingga masih kurang 6 sampai 7 m³ per detik. Untuk itu, Pemda DIY telah membuat rencana induk SPAM. (R-4)

BERITA REKOMENDASI