Pemda Diminta Perbanyak Komunikasi dengan Masyarakat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – DIY masuk salah satu dari 10 besar daerah dengan tingkat intoleransi tertinggi di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun kebelakang berdasar hasil survei Setara Institute. Hal tersebut memunculkan pro dan kontra di masyarakat DIY dengan berbagai argumen yang diusung.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menyebut terkait intoleransi tersebut dinilai terlalu dibesar-besarkan saja selama ini. Huda melihat saat ini masyarakat DIY hidup berdampingan dengan baik yang membuktikan tidak ada intoleransi.

Baca juga :

Jogja Masuk 10 Daerah Tidak Toleran, Ini Respon Sultan
27 Ormas Se-Jogja Gelar Aksi Dukung Palestina

“Kita kedepankan diskusi dan komunikasi, saat ini di kampung-kampung orang hidup berdampingan semua kok. Satu dua kasus saja dibesar-besarkan, sudah lah. Saya menghargai adanya hasil penelitian tapi menurut saya di DIY ini toleransi sudah berjalan sejak jaman nenek moyang dulu. Kita ini kan termasuk pemegang saham pertama NKRI pertama dulu,” ungkap Huda, Selasa (26/11/2019).

Meski begitu untuk mencegah hal serupa terulang lagi, Huda meminta Pemda DIY untuk intensif melakukan komunikasi dengan masyarakat hingga akar rumput. “Komunikasikan dengan baik. Kita sudah tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi demikian. Saya kira di masyarakat juga punya aturan, tinggal dikomunikasikan saja tapi dipastikan sampai ke bawah agar tak lagi terjadi,” sambung Huda.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan pihaknya berusaha maksimal agar peristiwa intoleransi tak terjadi di DIY. Sultan bahkan mengatakan melakukan tindakan tegas mencegah kegiatan-kegiatan yang terindikasi intoleransi selama ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI