Pemda DIY Ajukan Desain Ulang Struktur Program

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) –  Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah mengajukan re-desain atau desain ulang kepada Pemerintah Pusat struktur program/kegiatan Dana Keistimewaan (Danais) 2016. Upaya tersebut ditempuh mengingat serapan Danais termin kedua 2016 belum optimal, supaya anggaran tersebut tetap dijalankan  dan dibelanjakan atau diserap.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Tavip Agus Rayanto, serapan program/kegiatan Danais tahap pertama dari pagu Rp 82 miliar terealisasi Rp 69 miliar atau 85 persen. Sedangkan serapan Danais tahap 2 dari pagu Rp 356 miliar baru tercapai Rp 186 miliar atau 52 persen sampai Juli 2016.

"Dari hasil pengendalian anggaran, khususnya di kabupaten/kota harapannya dana-dana yang ke masyarakat dan sudah kita hitung yang kira-kira berpotensi tidak jalan maka akan optimalkan serta dicarikan solusi," tutur Tavip kepada KRjogja.com di Kompleks Kepatihan, Senin (15/08/2016).

Menurutnya apabila upaya ini tidak segera dicarikan solusinya maka akan berpotensi menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) karena tidak terserap. Perubahan Danais ini memang harus disetujui Pemerintah Pusat. "Kita harus 'ndadani' (memperbaiki-red) Danais sampai pusat, tidak bisa langsung dari Pemda saja atau diperbaiki sendiri," tandas Tavip.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIY, Bambang Wisnu Handoyo mengatakan untuk mengoptimalkan serapan Danais 2016 ini maka aliran kasnya harus dipercepat sehingga perubahan terhadap jadwal kegiatan yang ajukan tersebut sudah harus sah. Perubahan Danais ini memang harus dilaporkan dan mendapat izin dari pusat.

Bambang menjelaskan meskipun sebelumnya program/kegiatan Danais telah ditata sedemikian rupa, namun nyatanya belum tentu pas dan bisa diwujudkan. Karena belum optimal tersebut, Pemda DIY berupaya mendesain ulang supaya serapan sesuai harapan dan target. (R-4)

BERITA REKOMENDASI