Pemda DIY Belum Izinkan Bioskop Buka, Ini Alasannya

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Pemda DIY belum mengizinkan bioskop dibuka meski Pemerintah Pusat memberikan beberapa pelonggaran dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level sampai 20 September 2021 mendatang. Salah satunya bioskop diperbolehkan buka di wilayah PPKM Level 2 dan 3 termasuk DIY.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai, bioskop masih menjadi salah satu lokasi berisiko terjadinya kerumunan. Dengan kemungkinan risiko tersebut, pihaknya belum
memberikan izin pembukaan bioskop meskipun DIY berstatus PPKM Level3. Ruang-ruang yang berpotensi terjadi kerumunan seperti bioskop, apabila dibuka harus memiliki penanggung jawab yang jelas.

“Ya pembukaan bioskop nanti sajalah. Itu tempat berkumpul, kita batasi saja. Jangan membuka ruang-ruang seperti itu, yang penting bagi saya siapa yang bertanggung jawab. Jangan asal buka, yang tanggung jawab siapa,” tandasnya di Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (14/9).

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan, setelah uji coba pembukaan mal atau pusat perbelanjaan disusul uji coba tempat wisata dan pembelajaran tatap muka (PTM), kini bioskop dapat beroperasional dalam perpanjangan PPKM Level 3. Namun dalam hal ini Pemda DIY akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan asosiasi pengusaha bioskop.

“Saya kira perlu pertimbangan dan koordinasi dengan asosiasi atau organisasi bioskop seperti yang disampaikan Pak Gubernur. Pihak asosiasi pun harus dipastikan telah memenuhi Standard Operating Procedure (SOP) protokol kesehatan secara khusus terhadap kondisi yang ada di situ,” imbuhnya.

Sebelumnya, Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan sejumlah penyesuaian ketentuan kegiatan masyarakat di tengah PPKM. Salah satunya memperpanjang PPKM Level di Jawa dan Bali sampai 20 September 2021. Kebijakan itu diambil seiring kondisi situasi Covid-19 yang semakin membaik, serta implementasi protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi yang terus berjalan.

“Pemerintah melakukan sejumlah pelonggaran dan mulai mengizinkan bioskop beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen pada kota-kota Level 3 dan 2. Pengunjung yang masuk ke bioskop wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan menerapkan protokol kesehatan ketat. Keputusan ini diambil karena kasus Covid-19 yang terus menurun sehingga beberapa aturan bisa disesuaikan dengan disiplin prokes. Orang yang berkategori hijau boleh masuk bioskop dengan prokes ketat,” jelas Luhut.

 

 

BERITA REKOMENDASI