Pemda DIY Fokus Bebaskan Lahan JJLS

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY masihterus berproses dalam pengadaanlahan untuk kebutuhan Jalur JalanLintas Selatan (JJLS) dari dua lajurmenjadi empat lajur. Dari total pan-jang JJLS 116 kilometer (Km) terse-but, lahan dua lajur yangdibebaskan sudah mencapai 70persen. Sedangkan pembebasan lahan  menuju empat lajur masih berproses setidaknya hingga tiga tahun mendatang.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY Bambang Sugaib mengatakan, pembebasan lahan untuk pembangunan JLLS tetap berjalan terus sesuai jadwal. Pihaknya masih terus berupaya untuk membebaskan lahan JJLS dari yang sekarang dua lajur  menjadi empat lajur.

"Tahun ini, tahapan pembebasanlahan JJLS dilakukan di Gunung-kidul untuk segmen Tepus-JerukWudel sepanjang kurang lebih 18km. Jika ada sedikit pembebasanlahan  yang  belum  selesai  untuksegmen   Tepus-Jeruk Wudel iniakan dilanjutkan awal Januari2020," ujar Bambang di Yogyakarta, Selasa (12/11).

Selain menyelesaikan pembebasan tanah di Gunungkidul, pihaknya juga melanjutkan pembebasan lahan di  ruas jalan Ngremang-Garongan Kulonprogo dengan panjang sekitar 7,5 Km mulai April 2020.

"Kami juga masih ada 'PR' mem-bebaskan lahan JJLS di Kulonprogodari dua lajur ke empat lajur untukruas jalan Garongan-Congot sepan-jang 13 Km mulai 2021 men-datang," tuturnya.

Dinas PUPESDM DIY memangber tugas untuk membebaskan ke-butuhan tanah atau penyediaan lahan untuk JJLS dari dua lajur menjadi empat lanjur. Sedangkan pembangunan konstruksi JJLS-nya di-lakukan Pemerintah Pusat karena memang membutuhkan anggaran yang cukup besar. Disamping itu, keberadaan JJLS tersebut sangat bermanfaat sebagai akses utama yang melintasi dan meng-hubungkan dengan kawasan wisata di sepanjang Pantai Selatan baik diGunungkidul, Bantul hingga Kulonprogo.

"Pembangunan JLLS yang melintasi kawasan selatan DIY tersebutmemang secara tidak langsung agarbisa  memfasilitasi akses utamamenuju tempat-tempat wisata. JJLS berfungsi sebagai akses utama yang dapat  dihubungkan dengan akses lokal yang dibangun Pemkab setempat menuju kawasanwisata disepanjang pantai.  Jalanwisatanya pakai jalan lokal, tetapi jalan utamanya ya bisa pakaiJJLS," pungkas Bambang. (Ira)

 

BERITA REKOMENDASI