Pemda DIY Jamin Kecukupan Stok Pangan

YOGYA (KRjogja.com) – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menjamin kecukupan produksi komoditas bahan pangan pokok untuk menghadapi lebaran 2016. Selain kesiapan stok, Pemda DIY berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga kestabilan harga maupun distribusi hingga keamanan komoditas pangan sehingga siap memenuhi kebutuhan masyarakat DIY maupun pemudik.

Koordinator Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, Gatot Saptadi mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan secara intensif komoditas kebutuhan pangan pokok di lapangan selama satu bulan ke belakang dalam menghadapi lebaran.  TPID DIY juga telah melakukan intervensi secara rutin melalui operasi pasar yang dikomandoi Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menjaga kestabilan harga dipasaran.

"Dari kecukupan produksi dari volatile foods berupa enam jenis komoditas pangan yant kami pantau dalam kondisi cukup menghadapi lebaran. Bahkan stok bahan pangan cukup hingga enam bulan ke depan, jadi kita jamin cukup," kata Gatot di Kompleks Kepatihan, Jumat (1/7/2016).

Gatot menyampaikan secara keseluruhan bisa dikatakan kondisi harga sembako dikategorikan normal stabil, meskpipun ada flukutasi harga pada satu hingga dua komoditas seperti gula pasir, bawang merah, daging ayam, cabai dan sebagainya. Namun dipastikannya kondisi harga sembako relatif stabil.

"Harga sembako saat ini sangat realistis yang sangat tergantung 'supplay' maupun 'demand' jelang lebaran yang identik dengannya naiknya kebutuhan masyarakat. Naiknya permintaan ini tentunya memicu kenaikan harga sembako namun sejauh ini dalam kondisi masih wajar," ungkap Gatot.

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY ini menegaskan dan mengharapkan masyarakat di DIY maupun sekitarnya agar tenang dalam menghadapi lebaran serta berbelanja secara wajar dan bijaksana.  Produksinya juga mencukupi kebutuhan masyarakat DIY tidak hanya makanan namun hingga kebutuhan bahan bakar baik elpiji maupun bahan bakar minyak (BBM) yang dijamin oleh PT Pertamina kecukupannya.

"Jangan memborong dan mempengaruhi inflasi nantinya," tandas Gatot. (R-4)

BERITA REKOMENDASI