Pemda DIY Kembangkan UMKM Sesuai Core Bisnis Hingga Levelnya

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DIY masih banyak yang masuk dalam klasifikasi atau kategori UMKM Unggul baik yang bersegmen pasar domestik maupun ekspor saat ini. Untuk itu, Pemda DIY menerapkan strategi pengembangan UMKM naik kelas sesuai dengan core bisnis, segmen atau target pasar, tempat dan levelnya di tengah pandemi Covid-19 ini.

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana mengatakan mayoritas UMKM di DIY masuk dalam kategori UMKM Unggul dari empat kategori UMKM yaitu UMKM Potensial, UMKM Unggul, UMKM Digital dan UMKM Ekspor. UMKM Unggul tersebut apabila dipetakan lebih rinci segmen-segmennya ada yang memang bertujuan ekspor dan ada yang tidak bertujuan ekspor alias pasar lokal atau domestik semata.

“Jadi tidak semua UMKM Unggul di DIY kita dorong untuk ekspor, karena ada UMKM Unggul yang orientasinya hanya pasar domestik,” ujar Tri Saktiyana kepada KR di kantornya Komplek Kepatihan, Senin (12/10).

Tri Saktiyana menuturkan UMKM Unggul di DIY punya karakter dan pilihan segmen pasar tidak untuk ekspor atau hanya segmen pasar domestik semata. Semisal UMKM Unggul non ekspor semisal UMKM makanan khas tertentu yang segmennya hanya masyarakat DIY dan sekitarnya contohnya Gudeg. Meskipun ada UMKM kuliner yang diekspor seperti gudeg kaleng dan sebagainya tetapi sangat kecil volumenya, sebab sebagian besar segmennya justru masyarakat DIY dan wisatawan domestik atau wisatawan nusantara (wisnus).

“Kita pun mendorong UMKM Unggul yang segmen pasarnya ekspor di DIY. Tetapi sebelumnya, kita pilah dan customize terlebih dahulu. Mengingat tidak semua UMKM arah pasarnya adalah ekspor tetapi paling tidak kita sesuaikan dengan core bisnisnya. Kita tetap dorong dan kembangkan keduanya baik UMKM Unggul ekspor atau pasar luar negeri maupun non ekspor atau pasar dalam negeri,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI