Pemda DIY Kumpulkan Influencer Sosial Media, Ada Apa?

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Aksi unjukrasa berujung ricuh di DPRD DIY pada 8 Oktober lalu menjadi perhatian besar karena menjadi yang terparah setelah periode tahun 1998. Berbagai narasi muncul bahkan belakangan terjadi kontra dari masyarakat DIY sendiri yang tidak setuju dengan aksi rusuh seperti delapan hari silam.

Ditya Nanaryo Aji, Kabag Humas Biro Umum Humas dan Protokoler Setda DIY mengatakan pihaknya kini tengah menghadapi berbagai aspirasi warganet yang menyoroti permasalahan Omnibuslaw Cipta Kerja. Sayangnya, kini narasi yang muncul di lini masa sosial media didominasi warga yang pro dan kontra dengan aksi unjukrasa berujung rusuh di DIY.

“Pemda menilai perlu adanya narasi positif di sosial media agar tidak terjadi konflik horizontal antara warga dengan warga. Ini mengapa kami undang teman-teman influencer untuk bersama membahas langkah terbaik untuk DIY,” ungkapnya dalam pertemuan di Kepatihan, Jumat (16/10/2020).

Sementara Susanto, salah satu influencer dari Masyarakat Digital Djogja (Masdjo) menilai saat ini memang narasi terkait Omnibuslaw Cipta Kerja masih terus terjadi. Di DIY, masyarakat mulai menyoroti masalah upah minimum yang dinilai tidak manusiawi karena terlalu kecil.

BERITA REKOMENDASI