Pemda DIY Minta Kenaikan Cukai Rokok Tak Rugikan Rakyat

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah pusat seturut rencana akan menaikkan cukai rokok hingga 12 persen pada 2022 mendatang. Rencana tersebut mendapat penolakan sejumlah pihak termasuk buruh, konsumen dan petani tembakau karena dinilai merugikan industri rokok.

Menanggapi hal ini, Pemda DIY pun meminta agar pelaksaaan kebijakan kenaikan cukai rokok tidak merugikan rakyat. Pasalnya, di industri rokok, banyak pekerja yang menggantungkan nasib pada keberlangsungan industri tersebut.

“Pada prinsipnya daerah juga punya dua pertimbangan meski kenaikan cukai rokok itu kewenangan pusat. Yang pertama, jangan sampai kenaikan cukai rokok itu mematikan industri rokok karena kan termausk sektor yang cukup banyak menggunakan tenaga kerja. Jadi kalau menaikkan ya jangan mematikan,” ungkap Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, Senin (13/9/2021).

Menurut Aji, sebenarnya adanya kebijakan kenaikan cukai rokok akan berdampak cukup signifikan pada daerah. Pemda juga mendapatkan manfaat baik dari jumlah maupun nilai cukainya melalui bagi hasil karena semakin tinggi cukai akan semakin banyak nilai yang diperoleh Pemda.

Selama ini kebijakan bagi hasil kenaikan cukai antara pemerintah pusat dengan daerah melalui pemasukan di APBD diwujudkan dalam banyak sektor. Diantaranya untuk sektor kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

BERITA REKOMENDASI