Pemda DIY Minta Masyarakat Terapkan Lagi Posko Pengawasan Desa

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Rekor kasus positif Covid-19 harian DIY yang pecah lagi, Kamis (21/01/2021) kemarin dengan angka 456 mengagetkan Pemda DIY di momen akhir Pengetatan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM). DIY pun tampaknya bakal memperpanjang PTKM sesuai yang sebelumnya telah diputuskan pemerintah pusat.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan pihaknya belum mendapat surat resmi perpanjangan PTKM dari pemerintah pusat. Namun begitu, DIY sudah bersiap memodifikasi aturan turunan terkait perpanjangan tersebut.

Baskara Aji menyebut, Pemda DIY akan meminta masyarakat di tingkat desa hingga kalurahan untuk membangkitkan kembali pengawasan. Pos-pos pengawasan dengan pintu masuk wilayah yang dibatasi diharapkan bisa diterapkan kembali untuk menyetop penularan virus yang disebut sudah ada di tingkat keluarga dan tetangga.

“Modifikasi di DIY, nantinya di tingkat kelurahan bisa didirikan posko seperti dulu, jadi masyarakat bisa mengawasi keluar masuknya orang. Jadi memang kita tahu PTKM akan menurunkan pendapatan ekonomi pelaku yang terkait. Tapi kalau sudah jadi keputusan pusat mau tak mau daerah harus melaksanakan,” ungkapnya, Jumat (22/01/2021).

Pemda menurut Baskara Aji akan memaksimalkan kembali kinerja satgas Covid desa dengan semangat gotong-royong masyarakat. Pengetatan dari tingkat RT/RW tersebut dirasa menjadi satu usaha terbaik untuk memotong alur penularan virus.

Sementara terkait pembelajaran tatap muka, dengan situasi yang ada saat ini tampaknya belum akan bisa diterapkan di DIY. Pemda DIY pun belum mengetahui kapan waktu memungkinkan menerapkan kembali pembelajaran secara langsung.

“Kalau saya melihat Februari ini tidak mungkin pembelajaran tatap muka. Di surat edaran kita kan paling cepat dengan catatan jika situasi baik-baik saja. Kalau ini kan tidak baik-baik saja. Namun sampai kapan, kita masih tunggu situasi, tidak ada yang tahu,” pungkas Aji. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI