Pemda DIY Optimalkan Serapan Belanja

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Pemerintah Daerah  (Pemda) DIY terus berusaha melakukan optimalisasi serapan belanja anggaran daerah yang sangat diperlukan dalam menumbuhkan perekonomian. Mengingat uang yang beredar di daerah akan mendorong daya beli dan konsumsi pada wilayah tersebut.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, mencermati dinamika perkembangan ekonomi hingga Triwulan II Tahun 2016 ia optimis pertumbuhannya akan meningkat. "Pertumbuhan ekonomi yang naik positif ini disebabkan peningkatan konsumsi masyarakat dan realisasi serapan belanja pemerintah, termasuk serapan yang dilakukan Pemda. Ingat, perekonomian yang tumbuh dengan inflasi yang terkendali, tentunya akan berpengaruh positif terhadap laju investasi, " papar Sultan HB X, Senin (15/08/2016).

Menurut Sultan dengan pertumbuhan ekonomi dan terkendalinya tingkat inflasi, maka akan menurunkan tingkat pengangguran, termasuk menekan level kemiskinan wilayah. "Saya sangat mendukung langkah Presiden Joko Widodo dalam mengingatkan Kepala Daerah untuk tidak terlalu lama menyimpan dana di bank karena itu merupakan stimulan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Namun, hal yang tidak kalah penting adalah persoalan bagaimana kualitas pelaksanaan program kegiatan itu bisa berjalan efektif dan efisien untuk mendorong pada capaian hasil," ungkap Sultan HB X.

Sultan menyampaikan hasil merupakan sasaran program yang harus menjadi fokus penanganan oleh semua sektor, termasuk keterlibatan Kepala  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berserta jajarannya. Kepala SKPD harus memahami dirinya sudah menyepakati Perjanjian Kinerja terhadap pelaksanaan program yang setiap triwulanan selalu dimonitor dan dievaluasi.

"Kinerja yang baik, itu tidak sekedar bagaimana tingkat serapan fisik maupun prosentase serapan anggarannya. Melainkan justru menekankan bagaimana serapan yang sudah dilakukan itu mendukung terhadap capaian outcame atau hasil," tandasnya.

Artinya, Pemda DIY bertugas tidak hanya sekedar menghabiskan anggaran seperti target aliran kas, tetapi juga memikirkan anggaran itu harus digunakan. Upaya ini untuk menurunkan angka kemiskinan, menekan ketimpangan pendapatan, mendorong penyerapan tenaga kerja, menekan gejolak harga kebutuhan, menyejahterakan petani dan meningkatkan derajat hidup masyarakat. (R-4)

BERITA REKOMENDASI