Pemda DIY Rombak Tata Niaga Komoditas Pangan

YOGYA (KRjogja.com) – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui dinas dan institusi terkait serta merangkut asosiasi tengah mencoba mengkaji pola perubahan tata niaga komoditas pangan di DIY. Upaya perombakan tata niaga komoditas pangan yang tidak hanya memangkas mata rantai distribus ini lebih dimaksudkan untuk menjaga kestabilan harga dan mengendalikan inflasi di daerah.

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Gatot Saptadi menuturkan konsep memangkas mata rantai distribusi komoditas pangan telah diterapkan beberapa institusi. Contohnya Badan Urusan Logistik (Bulog) menerapkan Rumah Pangan Kita (RPK), Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) membuka Toko Tani dan TPID Kota Yogyakarta membuat Kios Segoro Amarto di Pasar Beringharjo.

"Konsepnya untuk mengendalikan pasar sekaligus menjaga stabilitas harga ternyata harus ada 'trigger' yang mempengaruhi. Secara psikologis berbagai upaya untuk mendekatkan barang kepada pasar ini cukup membantu pengendalian harga komoditas pangan," ungkap Gatot kepada KRjogja.com di Kompleks Kepatihan, Kamis (4/8/2016).

Gatot menyampaikan namun secara riil upaya ini belum terlalu banyak mempengaruhi tata niaga komoditas pangan di DIY.  Perubahan tata niaga perdagangan komoditas pangan di DIY tetap harus melibatkan asosiasi.

"Kalau Toko Tani lebih dari psikologis karena konsepnya menyelamatlkan petani. Sedangkan RPK maupun Kios Segoro membantu menguntungkan dari sisi konsumen karena memperpendek jalur distribusi komoditas pangan," papar Koordinator Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY ini. (*)

BERITA REKOMENDASI