Pemda DIY Segera Berembuk dengan Pemilik Hotel Tugu

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Bangunan eks Hotel Tugu Yogyakarta harus segera diselamatkan dan dilindungi, karena memiliki kontribusi terhadap sumbu filosofis Yogyakarta. Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY siap membantu apabila pihak keluarga memutuskan ingin bekerja sama untuk merevitalisasi bangunan tersebut.

Kepala Disbud DIY Umar Priyono mengatakan, tindaklanjut revitalisasi eks Hotel Tugu yang berada di ujung Selatan Jalan Margo Utomo (depan Stasiun Tugu) sudah hampir menemukan titik terang penyelesaian. Sesuai yang disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, harus ada komunikasi Pemda DIY dalam hal ini Disbud DIY dengan pihak keluarga pemilik lahan eks Hotel Tugu yakni keluarga almarhum HR Probosutedjo.

”Soal eks Hotel Tugu yang kondisinya terbengkalai sudah mulai ada titik terang. Jadi beres dan tenang saja. Kami sudah menggelar pertemuan di Disbud DIY, kami akan bertemu langsung ke kediaman keluarga pemilik, setelah 40 hari atau 100 hari meninggalnya Bapak Probosutedjo selaku pemilik bekas Hotel Tugu ini,” kata Umar Priyono.

Umar menjelaskan, pihaknya akan mengingatkan kembali kepada keluarga pemilik agar jangan sampai membiarkan bangunan bekas Hotel Tugu tersebut. ”Sebab sesuai Undang Undang Cagar Budaya, tidak boleh membiarkan bangunan cagar budaya di area sumbu filosofis. Jadi kami akan memberikan masukan kepada pihak keluarga agar memanfaatkan bangunan tersebut tanpa menghilangkan unsur perlindungannya. Sayang sekali apabila tidak dimanfaatkan, apalagi tempatnya strategis sehingga lebih bagus kalau dikelola,” papar Umar.

Pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY sebenarnya sudah memberikan semacam pengingat kepada pihak keluarga terkait hal tersebut dan pihak keluarga pun merespons positif. Artinya pihak keluarga pernah berkomunikasi dengan Disbud DIY pada 2015 lalu, namun setelah itu kondisi kesehatan Pak Probo kurang baik.

”Kami terus silaturahmi dengan keluarga dan keputusan akhir ada di tangan mereka. Apabila keluarga perlu kerja sama dengan Pemda DIY, kami akan sangat senang hati membantu,” tandas Umar.

Disbud DIY dengan senang hati menawarkan bantuan ataupun kerja sama, namun tetap menunggu keputusan pihak keluarga. ”Kami siap membantu dan memanfaatkan bersama pihak keluarga. Apapun hasilnya, keberadaan bangunan itu turut berkontribusi pada sumbu filosofis, kalau rusak akan mencoreng dan jika dimanfaatkan akan mendukung sumbu filosofi,” tandas Umar.

Sekda DIY Gatot Saptadi menjelaskan, Pemda DIY berkomitmen untuk melindungi dan menyelamatkan bangunan eks Hotel Tugu. Namun, karena bangunan itu milik perorangan, Pemda DIY selalu berkomunikasi dengan pihak keluarga pemilik, terkait upaya penyelamatan yang akan dilakukan.

Prinsipnya Pemda DIY siap memberikan support penuh terhadap upaya pelestarian dan penyelamatan yang akan dilakukan terhadap eks Hotel Tugu. ”Saat ini Pemda DIY dalam hal ini Dinas Kebudayaan terus berusaha menjalin komunikasi dengan pemilik. Meningat saat ini masih dalam suasana duka, kami masih menunggu waktu yang tepat. Lewat komunikasi ini, kami ingin mengingatkan dan melakukan pendekatan soal langkah yang harus dilakukan untuk menyelamatkan eks Hotel Tugu,” katanya. (Ira/Ria)

BERITA REKOMENDASI