Pemda DIY Siapkan Strategi Pemulihan Ekonomi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY terus melakukan berbagai upaya dan strategi guna mendorong geliat pertumbuhan ekonomi menuju pemulihan ekonomi di DIY. Strategi pemulihan ekonomi 2020 yang diterapkan yaitu mitigasi risiko, peningkatan kapasitas dalam penerapan protokol kesehatan serta penyiapan sarana, protokol dan sistem pelayanan kepariwisataan yang mendukung adaptasi kebiasaan baru.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Beny Suharsono mengatakan perekonomian DIY pada triwulan III 2020 masih tumbuh minus jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, pada triwulan III ini tampak ada perbaikan jika dibandingkan dengan triwulan II 2020 yaitu tekanan kontraksinya lebih ringan dari sebelumnya 6,72 persen menjadi 2,84 persen.

”Jika kita melihat pada kenyataannya, memang teramati berbagai kegiatan perekonomian di DIY sudah kembali bergeliat. Perekonomian DIY triwulan III 2020 tumbuh sebesar 9,24 persen jika dibandingkan triwulan II 2020. Ini artinya, perekonomian DIY dapat dikatakan menuju pemulihan,” ujar Beny di Yogyakarta.

Beny menuturkan kegiatan pariwisata maupun Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) mulai bergeliat kembali di DIY pada triwulan III 2020. Dibandingkan pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan II 2020, pada triwulan III adalah sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 43,86 persen. Dibandingkan triwulan II 2020, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 23,17 persen pada triwulan III 2020.

” Walaupun belum pulih sepenuhnya, data menunjukan ada arah perkembangan perbaikan ekonomi yang positif bagi DIY. Pelaksanaan program/kegiatan ekonomi wajib beradaptasi dengan kebiasan yang baru yang memperhatikan penerapan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) dan Environment (Ramah lingkungan) atau CHSE,” paparnya.

Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIY ini menjelaskan permintaan ekspor serta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) masih belum pulih, oleh karena itu untuk mendorong geliat ekonomi di DIY perlu fokus pada pasar domestik atau wisatawan nusantara (wisnus) terlebih dahulu. Sembari menunggu berakhirnya pandemi, momentum saat ini ada baiknya digunakan untuk melakukan pembenahan kualitas kepariwisataan DIY.

”Kami menerapkan strategi pemulihan ekonomi DIY yaitu mitigasi risiko dengan pencegahan penyebaran Covid dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan sesuai dengan perkembangan situasi. Peningkatan kapasitas dalam penerapan protokol kesehatan, contohnya untuk pelaku pariwisata menerapkan CHSE. Kemudian penyiapan sarana, protokol dan sistem pelayanan kepariwisataan yang mendukung adaptasi kebiasaan baru,” jelas Beny. (Ira)

BERITA REKOMENDASI