Pemda DIY Titikberatkan Keberpihakan Orang Miskin

YOGYA, KRJOGJA. com – Pemda DIY tidak hanya berbicara untuk mengurangi angka kemiskinan, tetapi lebih menitikberatkan keberpihakan kepada orang miskin. Sebab berbicara orang miskin tolok ukurnya memakai garis kemiskinan, sehingga prinsipnya Pemda DIY akan menggali potensi penghematan anggaran.

"Problematika paling signifikan dalam pengentasan kemiskinan adalah masih tingginya angka 'Inclusion Error' dan 'Exclusion Error'. Yakinkan tidak terjadi kesalahan pada Rumah Tangga Sasaran
Penerima Program," tandas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Tavip Agus Rayanto di Kompleks Kepatihan, Sabtu (21/4).

Tavip menjelaskan, Pemda DIY selama ini menggunakan jurus double track strategy untuk mengatasi problematika kemiskinan di DIY. Metode ini dengan melakukan perbaikan mekanisme dan sistem pendataan serta melakukan intervensi secara tepat sasaran. Kemiskinan di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta sudah mulai menyentuh 'hardcore poverty' artinya lebih banyak yang tidak bisa dientaskan.

"Tiga kabupaten yang belum menyentuh 'hardcore poverty' dapat dilakukan dengan program pengentasan kemiskinan yang mengedepankan pendekatan moral sosial yang memberikan efek ekonomi langsung. Semisal pengelolaan objek wisata basis komunitas setempat yang didukung fasilitasi infrastruktur maupun jaringan listrik dari pemerintah," imbuh Tavip.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi menambahkan, meskipun berdasarkan kategori level kemiskinan di Kota Yogyakarta dan Sleman sulit dientaskan, tetapi bukan sama sekali tidak bisa diatasi. Kemiskinan di perkotaan tersebut harus ditangani secara serius berdasarkan kajian yang tepat sasaran tentunya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI