Pemda DIY Tunggu Rekomendasi BPOM

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY hanya sebatas memberikan imbauan untuk tidak mengedarkan produk makarel kalengan yang ditemukan cacing mati oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pemda DIY menunggu rekomendasi dari BPOM untuk menarik produk tersebut sehingga tidak membahayakan keselamatan konsumen.

”Saya belum menarik produk ikan makarel kalengan, tetapi memang diimbau untuk tidak edarkan. Saya belum dapat surat rekomendasi dari BPOM, jadi kami antisipasi sendiri dengan imbauan tersebut termasuk di kabupaten/kota,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Tri Saktiyana di Bangsal Kepatihan.

Sakti menyampaikan, dari hasil pemantauannya di lapangan produk-produk makarel kalengan yang diindikasi terdapat cacing tersebut ada beberapa yang masuk di DIY. Menurutnya, apapun produk makanan harus tetap diperhatikan keselamatan konsumen baik produksi dalam negeri maupun produksi luar negeri atau impor.

”Apabila produk makanan tersebut sudah membahayakan konsumen, lembaga yang melindungi konsumen tentu harus ditindaklanjuti. Produk yang tidak aman ini bisa diretur atau ditarik peredarannya,” tandas Sakti.

Disperindag DIY menyampaikan produsen makanan kalengan tersebut tidak berada di DIY, sehingga pihaknya hanya bisa mengendalikan rantai distribusi. Apabila produsen di dalam daerah, tentu akan segera didatangi dan ditindaklanjuti dengan memberikan surat peringatan supaya tidak mendisplay atau dipasarkan kembali.

Terpisah Kepala Balai Besar POM Yogyakarta, Dra Sandra MP Linthin Apt MKes mengungkapkan, sesuai dengan instruksi dari pusat, pihaknya melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap produk ikan kaleng dengan bahan baku makarel. Saat dilakukan pemeriksaan dari 16 item sampel (pengujian) tersebut, ada 9 item (sampel) yang terdeteksi mengandung parasit cacing.

”Sesuai dengan arahan BPOM pusat, kami sudah lakukan pemeriksaan terhadap 16 sampel. Dari sampel tersebut 9 sampel makarel terdeteksi mengandung parasit cacing. Bagi konsumen yang sensitif, jika mengkonsumsi makanan tersebut bisa menyebabkan gatal-gatal. Oleh karena itu untuk melakukan pencegahan, saat ini pemeriksaan terus kami lakukan,”terang Sandra.

Sandra menambahkan, selain terhadap ikan makarel, pihaknya juga mengambil sampel terhadap ikan lain. Tujuan pemeriksaan tersebut adalah untuk mendeteksi, apakah ikan kaleng lain mengandung parasit cacing atau tidak. Pengambilan sampel dilakukan di seluruh DIY, seperti Sleman, Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta.

”Berdasarkan pemeriksaan yang kami lakukan, ikan kaleng yang terdeteksi mengandung parasit cacing, adalah yang berbahan baku ikan makarel. Sementara untuk bahan baku lain, kami belum menemukan untuk itu masyarakat tidak perlu terlalu panik,”ungkapnya. (Ira/Ria)

BERITA REKOMENDASI