Pemda Optimis Perekonomian DIY Tumbuh

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY senantiasa optimis perekonomian DIY tetap bisa bertumbuh lebih baik di tengah pandemi Covid-19 pada Triwulan I 2021 mendatang. Optimisme tersebut berkat potensi kontribusi beberapa sektor seperti sektor pertanian dan UMKM serta belanja pemerintah dan investasi yang bisa dijadikan daya ungkit pemulihan perekonomian di DIY selama awal kuartal tahun ini.

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana mengungkapkan perekonomian DIY pada 2021 akan tumbuh dengan asumsi pandemi Covid-19 sudah berakhir, tetapi kenyataanya tren kasus terkonfirmasi justru meningkat sejak awal Januari 2021 hingga saat ini. Untuk itu, pihaknya melakukan kajian kembali agar perekonomian di DIY bisa pulih dan bangkit beradaptasi di tengah pandemi.

“Kita masih memiliki garis besar kebijaksanaan bagi UMKM di DIY dengan memberikan subsidi gratis biaya pengiriman atau ongkos kirim guna mengurangi beban sekaligus pemberdayaan UMKM. Melalui Dinas Koperasi dan UKM DIY, UMKM yang tergabung dalam marketplace Si Bakul Jogja difasilitasi gratis ongkir sejak tahun lalu sampai sekarang,” paparnya di Kompleks Kepatihan, Rabu (27/01/2021).

Tri Saktiyana mengaku Pemda DIY berharap agar UMKM di DIY bisa lebih tanggung lagi dan tetap bisa bertahan di tengah pandemi. Selain insentif gratis ongkir, pihaknya pun memberikan pendampingan maupun pemberdayaan UMKM melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Dinas Koperasi dan UKM DIY, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dan sebagainya.

“Kami tetap memberikan pendampingan maupun pemberdayaan baik kepada pelaku UMKM, petani, nelayan dan sebagainya di DIY agar tetap bertahan di masa pandemi. Yang penting mereka bisa mempunyai semangat bertahan dengan tetap berkreasi, berinovasi hingga melek teknologi informasi atau digital khususnya untuk mempermudah promosi serta pemasaran,” imbuhnya.

Mantan Kepala Disperindag DIY ini menyampaikan sektor pertanian dalam arti luas termasuk kelautan di DIY masih bagus pertumbuhannya dan tidak terpengaruh pandemi. Sehingga sektor ini diharapkan berpotensi besar menjadi salah satu daya ungkit atau berkontribusi terhadap pemulihan perekonomian di DIY.

Kemudian sektor yang terkait dengan gaya hidup juga masih mengalami pertumbuhan yang bagus di DIY sejak tahun lalu hingga tahun ini. Contohnya permintaan lokal sangat tinggi untuk masyarakat yang gemar mengoleksi tanaman hias, ikan hingga hobi-hobi lainnya termasuk bersepeda.

“Karena masyarakat sudah suka dan menikmati kegemarannya tersebut maka berapapun harganya tetap di beli. Belum lagi dengan maraknya bersepeda memunculkan spot-spot wisata maupun jalur sepeda baru di DIY sehingga bisa tumbuh. Tetapi kita akui memang masih berat, namun setidaknya mampu bertahan sudah bagus,” tandas Tri Saktiyana.

Pemerintah pusat juga mendorong Pemda DIY agar alokasi anggaran sudah banyak untuk belanja modal maupun kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan dalam Triwulan I 2021. Alokasi APBD DIY Triwulan I 2021 tersebut selain masih untuk penanganan kesehatan seperti vaksinasi tetapi juga untuk bantuan sosial (bansos) maupun pendampingan ekonomi produktif lainnya.

“Pembayaran ganti untung pembangunan Jalan Tol di DIY yang sudah masuk merupakan bentuk investasi. Investasi yang sudah masuk ini juga bisa menjadi salah satu potensi dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di DIY sekaligus bisa dinikmati oleh masyarakat di sekitar Maret 2021 mendatang,” pungkas Tri Saktiyana. (Ira)

BERITA REKOMENDASI