Pemda Soroti Pengaturan Tata Niaga Bahan Pangan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY tengah membuat rencana kerja dan pendataan komoditas bahan pangan di DIY baik asal maupun besaran volumenya. Di samping itu, pemda tengah menyoroti pengaturan tata niaga bahan pangan di DIY yang dinilai terlalu panjang hingga sampai pada konsumen tingkat akhir, paling tidak Pemda bisa melakukan intervensi harga khususnya terkait komponen volatile food.

Kepala Biro Administrasi, Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengaku telah membuat rencana kerja menindaklanjuti hasil nota kesepakatan dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang diteken belum lama ini. Rencana kerja tersebut akan menyoroti hal-hal yang bisa dikomunikasikan, termasuk stabilitas harga yang tidak bisa dilepaskan dari stabilitas ketersediaan bahan pangan.

Baca juga :

Malioboro Bakal Bebas Kendaraan di Akhir Pekan
Jadi Ikon Pariwisata, Jaga Kebersihan Malioboro!

"Ketika stok bahan pangan itu berkurang, pastinya harga itu menjadi tinggi. Pemda DIY juga telah melakukan inisiasi membentuk badan usaha yang masuk sebagi upaya untuk mengamankan dan menjaga cadangan pangan di DIY, jadi kami terus melakukan komunikasi intens dengan KPPU, memungkinkan tidak DIY untuk membentuk badan usaha itu," ungkap Made.

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi DIY adalah data mengenai pasokan bahan pangan karena terkait tata niaga. DIY mempunyai tiga barometer besar untuk itu yaitu Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan dan Pasar Demangan. Ketiga pasar yang menjadi barometer tersebut akan didata asal dan volume komoditi bahan pangan yang masuk ke DIY dan sebaliknya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI