Pemda Tegaskan DIY Belum Masuk New Normal

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY menegaskan saat ini DIY belum masuk masa new normal dan masih berstatus tanggap darurat kebencanaan hingga 30 Juni 2020. DIY tidak ingin buru-buru mengeluarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebelum memastikan pedoman secara detail menyeluruh.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengungkap saat ini new normal masih sebatas wacana. Pihaknya tak ingin tergesa-gesa menyatakan new normal agar masyarakat tak lantas salah kaprah melakukan kumpul-kumpul menimbulkan kerumunan yang justru berpotensi penularan virus.

“New normal di DIY masih sebatas wacana belum kita putuskan ke arah situ. Kalau mau melakukan aktivitas ekonomi silahkan saja, tapi jangan terus euforia dan kumpul-kumpul tetap dangan protokol kesehatan. Yang segera ingin dihidupkan perekonomian bukan terus kumpul-kumpul. Tidak usah tergesa-gesa lah (merumuskan SOP) agar Malioboro tidak ramai lagi. Kalau kesusu Malioboro ramai lagi,” ungkap Baskara Aji Selasa (09/06/2020).

Saat ini Pemda DIY masih menggodog Peraturan Gubernur (Pergub) terkait persiapan apabila nantinya new normal dilaksanakan. Prosesnya baru sebatas penyampaian legal drafting dari Sekda dan OPD ke Gubernur DIY.

“Nanti bentuknya Pergub, tapi untuk detail SOP itu nanti di tingkat kabupaten/kota. Dari provinsi bentuknya panduan, sepanjang sesuai bisa dikembangkan dengan lebih detail oleh kabupaten/kota karena kan yang mengatur seperti pasar, hotel atau pusat ekonomi lain itu kan tingkat 2,” sambungnya.

Saat ini Pemda melihat ada salah kaprah di masyarakat yang menilai sudah memasuki masa new normal. Alhasil, banyak warga yang keluar rumah bahkan kumpul-kumpul menimbulkan kerumunan seperti yang terjadi di Malioboro pada akhir pekan kemarin. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI