Pemda Telusuri Rantai Distribusi

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY tidak tinggal diam menyikapi kenaikan
harga beras di tengah masa panen dengan menggelar operasi pasar (OP) beras langsung ke masyarakat. Stabilisasi harga beras ini harus segera dilakukan agar tidak terjadi gejolak harga dan mempengaruhi inflasi nantinya.

"Tampaknya para pedagang beras mulai kesulitan memenuhi jumlah kebutuhan. Tetapi saya tetap berpegang kepada standar produksi dan distribusi, sehingga kenaikan harga beras dapat ditelusuri dari keduanya,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Kamis (11/01/2017).

Gatot mengatakan, Pemda melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah, Satgas Pangan dan instansi terkait tentu sudah melakukan langkah dan upaya untuk stabilisasi harga beras saat ini. Selain upaya stabilisasi harga, penelusuran penyebab kenaikan harga beras di DIY ini tetap dilakukan mulai dari produksi hingga distribusi.

"Dari laporan dinas terkait, stok beras di DIY aman-aman saja karena sedang panen. Sedangkan dari sisi distribusi tengah dilakukan penelusuran, tapi jangan sampai harga beras malah dijadikan permainan pasar,” tandasnya.

Mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY ini berharap tidak terjadi monopoli harga beras di pasaran karena dampaknya akan sangat signifikan, khususnya terhadap inflasi. Terlebih apabila harga beras di dalam negeri tidak bisa dikendalikan, pemerintah pusat sudah ancang – ancang merencanakan untuk mengimpor beras. 

"Kami akan berkoordinasi kembali dengan pelaku produksi dan distribusi beras di DIY. Kita akan dorong mereka kalau mau bermain ya sesuai dengan aturan yang berlaku berupa Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang harus dipatuhi, ” imbuh Gatot. (Ira)

BERITA REKOMENDASI