Pemda Usulkan 1 Maret jadi Hari Pengakuan Kedaulatan Negara

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY mengusulkan kepada pemerintah untuk menetapkan tanggal 1 Maret sebagai hari besar nasional. Momentum bersejarah peristiwa Serangan Umum 1 Maret tersebut diusulkan menjadi Hari Pengakuan Kedaulatan Negara.

Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah Bahasa Sastra dan Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY, Rully Andriadi mengungkapkan usulan tersebut ditandatangani Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan dikirimkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Oktober 2018 silam. Usulan itu telah didukung dengan kajian sejarah yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan DIY.

“Saat ini usulan tersebut telah sampai di meja presiden. Informasi terakhir yakni Sekneg tengah berkoordinasi dengan kementerian terkait yakni Pertahanan,” ungkap Rully Andriadi di Kantor Dinas Kebudayaan DIY, Selasa (27/02/2019).

Latar belakang pengusulan tersebut menurut Rully Andriadi yakni salahsatunya tentang implikasi Serangan Umum 1 Maret dilakukan bangsa Indonesia yang cukup besar pengaruhnya bagi dunia. Walau hanya enam jam menduduki Yogyakarta, namun hal itu sudah membuktikan kepada dunia bahwa angkatan perang dan rakyat Indonesia masih ada.

“Hal inilah yang mendorong kami mengajukan 1 Maret sebagai hari besar nasional. Tindak lanjut kami saat ini menunggu hasil dari presiden,” jelasnya.

Terkait peringatan Serangan Umum 1 Maret, Dinas Kebudayaan DIY akan melaksanakan berbagai kegiatan. Rangkaian kegiatan telah dimulai hari ini dengan bersih-bersih ‘tetenger’ di Ngejaman Kraton Yogyakarta, Selasa (27/02/2019). Tempat ini dalam sejarah Serangan Umum 1 Maret merupakan lokasi bertemunya Sultan HB IX dan Letkol Soeharto.

Rangkaian kegiatan selanjutnya yakni malam tirakatan yang akan dilaksanakan di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, Kamis (28/02/2019). Acara ini akan diisi dengan pegelaran wayang kulit yang dihadiri para pelaku sejarah, pejabat pemerintahan dan masyarakat.

Pameran alutsista milik TNI dan Polri juga akan memeriahkan rangkaian peringatan hari bersejarah tersebut. Berbagai senjata sisa zaman perjuangan maupun kendaraan tempur akan dipajang di depan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Upacara peringatan Serangan Umum 1 Marat akan dilaksanakan tepat pada hari Jumat (01/03/2019). Para prajurit TNI maupun Polri, pelajar hingga masyarakat akan mengikuti upacara ini dengan tak ketinggalan mengenakan janur kuning sebagai simbol perjuangan kala itu.

Puncak acara akan dilaksanakan pada Minggu (03/03/2019). Rangkaian peringatan akan ditutup dengan parade kebangsaan dan budaya yang melibatkan sekitar 300 peserta berjalan kaki mulai dari Gedung DPRD DIY menuju Titik Nol Kilometer. (Van)

BERITA REKOMENDASI