Pemda Waspadai Kebakaran Hutan Musim Kemarau

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY sudah menyiapkan segala sesuatunya guna mencegah maupun mengantisipasi kemungkinan kebakaran kawasan hutan di DIY. Pihaknya bekerjasama dengan Taman Nasional, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan sebagainya guna melakukan sosialisasi siaga kebakaran kepada masyarakat yang tinggal di area kawasan hutan di DIY.

"Hampir setiap tahun terjadi kebakaran hutan pada musim kemarau panjang seperti saat ini. Untuk itu kami sudah menyiapkan diri dengan berupaya menekan terjadinya kebakaran hutan di DIY supaya tidak massif dan meluas," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Sutarto di Yogyakarta.

Sutarto menyampaikan, pihaknya akan melaksanakan kegiatan siaga kebakaran di Gunungkidul, Selasa (09/07/2019) dengan mengajak multi sektor yang terkait mulai dari aparat, pemerintah desa (Pemdes) dan masyarakat bersama-sama mengantisipasi manakala terjadi kebakaran di kawasan hutan. Mengingat hutan di DIY banyak memproduksi serasah daun terutama dari pohon jati yang pasti rontok pada musim kemarau.

"Mudah-mudahan tidak terjadi kebakaran hutan pada tahun ini, meski kejadian tersebut sulit dihindari saat memasuki musim kemarau panjang. Serasah daun jati itulah yang menjadi sumber kebakaran hutan, jadi kami minta semua sigap dan siap," tandasnya.

Ditambahkan Sutarto, luas kawasan hutan di DIY mencapai 19.125 hektare dan yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan seluas 6.000 ha karena merupakan pohon jati. Pihaknya juga memanfaatkan kedekatan petugas hutan di lapangan dengan masyarakat terutama untuk mengedukasi dan memberikan imbauan kepada mereka guna mencegah semaksimal mungkin yang menjadi sumber kebakaran.

"Hingga kini kami belum menerima laporan terjadinya kebakaran hutan dan mudah-mudahan tidak terjadi. Tahun lalu ada dua kejadian kebakaran hutan yang disebabkan ulah orang gila, namun berhasil dipadamkan. Jika terjadi kebakaran hutan di DIY, hanya setengah hari sudah bisa dipadamkan alias tertangani agar tidak meluas," pungkas Sutarto. (Ira)

BERITA REKOMENDASI