Pemegang A5 di Kota Yogyakarta Meningkat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dibanding Pemilu 2014 lalu, pengguna form A5 di Kota Yogya pada Pemilu 2019 bakal mengalami lonjakan yang cukup tajam. Berdasarkan hasil akhir rekapitulasi terhadap permohonan surat pindah memilih tersebut, terjadi penambahan hingga di atas 6.000 pemilih.

Pada Pemilu 2014, pengguna form A5 hanya mencapai sekitar 2.000 pemilih. Sedangkan pada Pemilu 2019, tercatat 8.347 pemilih yang memproses A5 di wilayah KPU Kota Yogya. "Jumlah itu belum termasuk yang sudah mengurus A5 di daerah asal untuk menggunakan hak pilihnya di Kota Yogya. Dari data kami, mereka yang mengurus A5 dari daerah asal mencapai 759 pemilih," jelas Komisioner KPU Kota Yogya Nurhayati.

Mayoritas pemohon A5 tersebut merupakan pemilih luar DIY yang tengah menempuh studi atau bekerja di Kota Yogya. Lantaran berbeda provinsi, maka pemilih tersebut hanya berhak menggunakan suara untuk memilih calon pasangan presiden dan wakil presiden.

Nurhayati menambahkan, sebagian besar mereka juga tinggal di dua kecamatan yakni Umbulharjo dan Gondokusuman. Dengan banyaknya pemilih tambahan itu, maka TPS yang ada di dua kecamatan tersebut dipastikan tidak akan mampu mengakomodasi pemegang A5. Hal ini karena setiap TPS hanya diberikan surat suara cadangan sebesar dua persen dari pemilih yang ada di DPT setempat.

"Sebagai bentuk antisipasinya, kami tentukan kecamatan penyangga. Sehingga kami akan menyebar lokasi memilih hingga di kecamatan penyangga tersebut," imbuhnya.

Khusus untuk Kecamatan Umbulharjo, TPS penyangga ditetapkan di Kotagede. Sedangkan TPS penyangga untuk Kecamatan Gondokusuman jauh lebih banyak yakni meliputi Kecamatan Danurejan, Jetis, dan Pakualaman. Oleh karena itu, KPU Kota Yogya meminta supaya pemegang A5 segera melapor ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) sebelum menggunakan hak pilih. Hal ini guna memastikan TPS yang dapat dituju.

"Kalau pemohon A5 yang melalui KPU Kota Yogya, sudah kami catat nomor telepon genggamnya untuk memudahkan koordinasi lokasi TPS mereka. Namun bagi yang mengurus di tempat asalnya, kami imbau untuk melapor ke PPS. Jangan sampai kesulitan mencari TPS karena cadangan surat suara terbatas," tandas Nurhayati.

Sementara Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan, menjelaskan pihaknya telah merampungkan rekapitulasi pemilih tambahan di seluruh kabupaten/kota. Diakuinya, jumlah pemilih luar daerah yang hendak menggunakan suaranya di wilayah DIY cukup tinggi. Terutama di wilayah Kabupaten Sleman yang mencapai lebih dari 23.000 orang.

Terhadap tingginya pemilih luar daerah tersebut, pihaknya tidak akan melakukan penambahan TPS maupun membangun TPS khusus. "Tidak ada TPS tambahan. Kami minta KPU di masingmasing daerah untuk menyebar lokasi memilih agar tidak menumpuk di satu tempat," katanya.

Hamdan menegaskan, sesuai undang-undang batas akhir pengurusan A5 ialah H-30 pemungutan suara atau pada 17 Maret 2019 lalu. Namun demikian pihaknya juga masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap gugatan yang salah satu materinya meminta permohonan perpindahan memilih diperpanjang hingga H-3 pemungutan suara. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI