Pemegang KMS Berkurang 6,04 Persen

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) 2020 berkurang hingga 6,04 persen. Hal tersebut merupakan hasil pendataan Keluarga Sasaran Jaminan dan Perlindungan Sosial (KSJPS) Kota Yogya sepanjang tahun 2019 lalu.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Yogya Agus Sudrajat, mengungkapkan pemegang KMS 2019 yang merupakan hasil pendataan KSJPS 2018 tercatat 15.282 KK. Sedangkan pemegang KMS tahun ini menjadi 14.359 KK.

Baca juga :

Terdakwa OTT KPK Gabriella Minta Dibebaskan, Rindu Keluarga
Balon PDIP Tunggu Rekomendasi, Ini Alasan BWH Masukkan Nama di Dua Kabupaten

"Masing-masing terbagi untuk kategori KMS 3 atau rentan miskin sebanyak 11.473 KK dan KMS 2 atau miskin sebanyak 2.886 KK. Untuk KMS 1 atau fakir miskin, Alhamdulillah sejak tahun lalu tidak ada," urainya.

Pendataan KSJPS dilakukan hampir selama satu tahun. Diawali dengan persiapan, uji publik pertama, pendataan, pengolahan data, uji publik kedua, verifikasi cepat hingga penetapan data. Selama proses pendataan, petugas lapangan mendapat bimbingan yang cukup ketat dari Dinsos. Terutama dalam mengedepankan kejujuran dan menyampaikan data faktual.

Hal ini supaya data tersebut valid dan penerima program perlindungan sosial tidak salah sasaran. Agus mengatakan, penurunan pemegang KMS disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktor utama ialah konsistensi program perlindungan sosial terutama dari aspek pemberdayaan.

"Kami pun akan menggencarkan program perlindungan sosial agar pengentasan kemiskinan bisa maksimal. Itu pun tidak kami lakukan sendiri, melainkan kolaborasi dengan OPD lain," imbuhnya.

Bagi pemegang KMS, ada sejumlah manfaat yang akan diterima. Antara lain santunan lansia, santunan kematian, program pemberdayaan, kuota sekolah negeri hingga kemudahan mengakses modal perbankan.

Khusus untuk akses modal di perbankan, Dinsos terus melakukan pendekatan ke Perumda BPR Bank Jogja serta PT Bank BPD DIY. Sedangkan dalam program pemberdayaan, pemegang KMS akan menjadi prioritas mengikuti berbagai kegiatan pelatihan maupun bimbingan dari pemerintah. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI