Pemegang KMS Berpeluang Bertambah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pendataan Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) untuk program Kartu Menuju Sejahtera (KMS) 2019 berhasil dituntaskan. Pemegang KMS 2019 pun berpeluang bertambah. Meski demikian, untuk kategori fakir miskin berhasil dientaskan oleh Pemkot Yogya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Yogya Bejo Suwarno, menjelaskan pemegang KMS dibedakan dalam tiga kategori yakni rentan miskin, miskin, dan fakir miskin. ”Fakir miskin ini merupakan kategori paling rendah. Pada KMS 2018 terdapat 16 kepala keluarga (KK) atau 44 jiwa yang masuk kategori tersebut. Tapi dengan berbagai upaya akhirnya seluruhnya berhasil dientaskan,” tandasnya.

Oleh karena itu, pada KMS 2019 mendatang hanya akan ada dua kategori yakni rentan miskin dan miskin. Hanya, dari hasil pendataan awal ada peluang peningkatan jumlah pemegang KMS di tahun depan dibanding tahun ini.

Penambahan jumlah itu pun berkaitan dengan parameter baru yang digunakan selama pendataan KSJPS. Dalam parameter baru tersebut, formulir untuk mendata KSJPS harus diisi petugas secara lebih rinci.

Selain itu, data-data KSJPS juga disinkronisasi dengan Basis Data Terpadu (BDT) keluarga miskin dari Kementerian Sosial. Salah satu aspek paling krusial dalam parameter baru tersebut ialah pendapatan minimal setiap anggota keluarga.

Jika sebelumnya hanya Rp 300.000, kini dinaikkan menjadi Rp 400.000 perbulan. ”Parameter baru ini yang menyumbang jumlah pemegang KMS 2019, terutama untuk kategori rentan miskin. Namun jumlah finalnya masih kami olah sebelum kami ajukan persetujuan ke walikota,” imbuh Bejo.

Sebagai perbandingan, pemegang KMS 2018 tercatat sebanyak 17.253 KK. Sedangkan usulan baru hasil masukan dari masyarakat mencapai 7.488 KK. Dengan begitu, total ada 24.741 KK yang harus diolah oleh petugas Dinas Sosial sebagai calon pemegang KMS 2019.

”Tidak semuanya otomatis menjadi pemegang KMS 2019. Hanya yang masuk dalam parameter saja,” katanya.

Kendati ada peluang penambahan jumlah KMS 2019, namun bukan berarti warga miskin di Kota Yogya juga meningkat. Hal ini lantaran berdasarkan irisan dengan BDT yang menjadi acuan keluarga miskin secara nasional, jumlah di Kota Yogya hanya sekitar 10.000 KK.

Jumlah tersebut jauh lebih kecil jika dibandingkan pemegang KMS 2018. Bejo menjelaskan, program KMS merupakan kebijakan afirmatif Kota Yogya dalam melindungi warga agar tidak jatuh ke dalam kemiskinan. Sehingga, banyak keluarga yang rentan miskin menjadi sasaran jaminan perlindungan sosial. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI