Pemerintah Anggarkan Bantuan Rp 28,8 Trilyun Bagi UMKM

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah bersiap menggelontorkan dana senilai Rp 28,8 trilyun pada pertengahan Agustus 2020. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu 12 juta pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan pemerintah menaruh perhatian pada UMKM yang terpukul pandemi karena dinilai soko guru perekonomian Indonesia. Teten menyebut, 99 persen pelaku usaha penopang ekonomi nasional berasal dari sektor UMKM ini.

“Anggarannya Rp 28,8 trilyun untuk 12 juta pelaku usaha mikro. Saat ini sedang dalam proses pendataan by name by address karena nantinya ditransfer. Kami butuh dukungan pemda untuk mendata UMKM sebagai upaya mengurangi kemiskinan dan pengangguran,” ungkap Teten di Kompleks Kepatihan, Kamis (06/08/2020).

Program hibah modal kerja tersebut ditargetkan cair pertengahan Agustus nanti. Pemerintah kini sedang mengebut pendataan, anggaran dan regulasi pelaksanaan program tersebut.

“Pertengahan Agustus seturut rencana akan dilaunching presiden, saat ini terus dilakukan pendataan dan penyelesaian regulasi. Modal kerja ini untuk pelaku usaha mikro yang unbankable seperti PKL atau pedagang asongan yang belum punya akses ke pembiayaan. Harapannya daerah membantu memberikan data,” sambung Teten.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Sri Nurkyatsiwi menyatakan saat ini pihaknya sudah mendata 39 ribu UMKM terdampak pandemi. Namun, data tersebut masih akan terus diperbaharui agar tak terjadi tumpang tindih sekaligus kesalahan yang merugikan UMKM.

“Kita akan terus mendata, dan silahkan masyarakat atau komunitas yang punya data bisa berkoordinasi dengan kami. Nantinya tiap pelaku usaha mendapat Rp 2,4 juta namun bagaimana mekanisme pemberiannya masih menunggu petunjuk teknis,” ungkap Siwi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI