Pemerintah Diminta Serius Jadi Ujung Tombak Ekonomi Digital

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemulihan perekonomian melalui jalan digital jadi ujung tombak bagi Indonesia di masa pandemi ini. Namun, sistem yang dibangun negara sampai awal tahun 2021 ini masih belum terintegrasi sehingga pelaku ekonomi seolah bergerak sendirian tak terfokus.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, RB Dwi Wahyu Budiantoro, mengatakan saat ini persoalan yang muncul yakni belum ada konsep matang terkait kebangkitan perekonomian berbasis digital. Contohnya menurut Dwi belum ada optimalisasi peran Kominfo dalam mensuport ekonomi digital.

“Koperasi, perdagangan dan sebagainya itu adalah pemakai, siapa yang seharusnya suport ya, Kominfo. Jangan malah saat ini kan muncul buat aplikasi sendiri-sendiri. Seharusnya, Kominfo yang buat, jadi satu pintu besar begitu sehingga ekosistem yang terbangun itu harusnya kuat. Lalu pemakainya masuk, begitu. Sekarang yang bisa dioptimalkan ya digital ini,” ungkapnya, Rabu (27/01/2021).

Pemerintah menurut Dwi harus serius mengambil peran secara terintegrasi satu dengan lainnya. Apalagi, ekonomi digital memiliki konsekuensi tersendiri salah satunya memberikan keyakinan konsumen atas kualitas produk yang ditawarkan.

Apalagi, persaingan digital marketing, menurut Dwi begitu terbuka dengan lebar yang di sisi lain menimbulkan persaingan lebih sengit. “Kalau kita berada di ruang pasar yang tidak face to face, misalnya beli kuliner bakpia, ya beda ketika beli langsung dan dapat dari paket. Digital itu juga harus jelas terkait perijinan dan kelembagaan. Pembeli dan penjual tidak bertemu, maka secara detail pembeli akan lebih jeli meneliti misalnya halalnya, ijin BPOM juga. Di sini saya berharap ada kemapanan kelembagaan oleh pelaku ekonomi,” lanjut politisi PDI Perjuangan ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI