Pemerintah Diminta Tak Tergesa Buka Sekolah Jelang ‘New Normal’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Empat anggota DPD RI asal DIY masing-masing GKR Hemas, Hilmy Muhammad, Afnan Hadikusumo dan Cholid Mahmud meminta kepada pemerintah agar memikirkan secara matang dan tak tergesa-gesa untuk membuka kembali aktivitas belajar mengajar di sekolah bagi para siswa maupun perkuliahan di kampus untuk mahasiswa. Kendati sektor pendidikan cukup penting, namun dalam kondisi pandemi seperti saat ini cukup berisiko jika pemerintah gegabah dalam menentukan kebijakan. Jangan sampai tren penurunan jumlah pasien positif Covid-19 yang telah terjadi di beberapa daerah justru kembali meningkat gara-gara sekolah dan perkuliahan mulai dibuka.

Hilmy Muhammad menyampaikan kabar baik dari pemerintah, jika proses belajar mengajar maupun perkuliahan dengan tatap muka secara langsung belum akan dilakukan hingga akhir tahun ini. Selama pendidikan belum dilakukan secara langsung maka proses belajar mengajar maupun perkuliahan akan tetap dilakukan secara daring.

“Jadi saya kira membuka kelas harus betul-betul hati-hati dan jangan gegabah. Saya mendukung apa yang disampaikan, khususnya perkuliahan jangan tergesa-gesa,” ungkapnya dalam rapat virtual DPD RI bersama jajaran pemerintah daerah dan gugus tugas penanganan Covid-19 di DIY, Jumat (12/06/2020).

Ia juga meminta pihak sekolah, khususnya swasta untuk tak menaikkan biaya pendaftaran maupun pembayaran bulanan (SPP) selama masa pandemi ini. Namun demikian untuk menggratisan biaya sekolah, hal itu juga bukan pilihan yang tepat karena operasional sekolah swasta murni bersumber dari pembayaran siswa.

BERITA REKOMENDASI