Pemkot Bakal Seleksi Terbuka Calon Penghuni Rusunawa Tegalrejo

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Rumah susun sewa (rusunawa) yang berada di Tegalrejo sudah berhasil untuk tower pertama. Sembari menunggu proses hibah dari pemerintah pusat, bangunannya dapat ditempati dengan status sementara. Pemkot Yogya memastikan akan melakukan seleksi secara terbuka bagi para calon penghuni.

“Sekarang proses administrasinya sedang disiapkan. Nanti pasti akan ada pengumuman secara terbuka untuk proses seleksi calon penghuni. Tidak akan ada yang ditutup-tutupi karena semua transparan,” urai Kepala Bidang Perumahan Permukiman dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogya Sigit Setiawan.

Rusunawa Tegalrejo tersebut berada di Kelurahan Bener. Pada tower pertama sebanyak tiga lantai, terdapat 42 kamar lengkap dengan perabotan seperti kasur, meja kursi, serta almari. Penghuni pun tinggal menempati kamar dengan luas 36 meter persegi, di dalamnya juga terdapat ruang bersama seperti ruang pertemuan dan musala serta aula.

Sigit menambahkan, ketentuan maupun syarat yang harus dipenuhi oleh calon penghuni rusunawa tersebut akan ditentukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusunawa Kota Yogya. Tahap awal sembari menunggu proses hibah, kelak calon penghuni akan diminta membayar biaya operasional untuk pemeliharaan. Sedangkan biaya sewa baru diberlakukan ketika proses hibah selesai. ”Kami sudah koordinasi dengan pemerintah pusat. Sembari menunggu proses hibah bisa ditempati sementara,” imbuhnya.

Proses hibah tersebut biasanya memakan waktu satu tahun. Jika selama itu tidak ditempati, dikhawatirkan akan mengalami kerusakan. Apalagi seluruh perabot juga sudah dimasukkan ke setiap kamar.

Namun demikian, sebelum ada penempatan sementara tim dari DPUPKP dan Bagian Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogya kemarin melakukan perhitungan aset. Pendataan aset tidak hanya berupa tanah dan bangunan melainkan seluruh perabot yang ada di dalam setiap kamar. Upaya itu sebagai bagian dari tahapan proses hibah dari pemerintah pusat ke Pemkot Yogya.

”Hibah biasanya dihitung dari nilai aset dalam kondisi baru. Tetapi jika sudah berjalan satu tahun tentunya ada penyusutan nilai. Ini juga menjadi pertimbangan dalam menaksir nilai,” jelas Sigit. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI